:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427476/original/099622900_1764390136-Banjir_Sumatra.jpg)
Sebagai akibat dari banjir besar yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra, Museum Tjong A Fie Mansion yang ikonik di Medan kini terendam air, menandai pertama kalinya peristiwa serupa terjadi dalam 135 tahun sejarah bangunan megah tersebut. Kondisi memprihatinkan ini dibagikan oleh Anggiea Prawira Tjong, cicit dari Tjong A Fie, melalui unggahan Instagramnya pada Jumat, 28 November 2025, yang menyatakan bahwa ini adalah "kegagalan" dan bahwa masyarakat "pantas mendapatkan yang lebih baik".
Banjir ini, yang diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur Kota Medan selama hampir 19 jam sejak Kamis dini hari (27/11/2025), telah menyebabkan ribuan rumah terendam dan beberapa sungai meluap. Sebanyak 19 dari 21 kecamatan di Kota Medan dilaporkan terdampak, dengan genangan air mencapai atap rumah di beberapa lokasi dan melumpuhkan akses jalan. Bahkan rumah dinas Gubernur Sumut, Bobby Nasution, turut terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.
Tjong A Fie Mansion, sebuah "permata bersejarah di Medan," dibangun pada tahun 1895 dan selesai pada tahun 1900. Bangunan dua lantai dengan 35 kamar ini memiliki luas 8.000 meter persegi dan menampilkan perpaduan arsitektur Tionghoa, Eropa, dan Melayu yang unik. Sebagai cagar budaya dan museum, tempat ini telah menjadi daya tarik wisata penting yang melindungi warisan multikultural Medan dan memamerkan sejarah kehidupan Tjong A Fie, seorang pengusaha Hakka dermawan dan kapitan masyarakat Tionghoa yang berpengaruh pada masanya.
Menurut rekaman yang dibagikan Anggiea Prawira Tjong, air banjir tidak hanya menggenangi halaman depan, tetapi juga telah masuk ke dalam bangunan museum. Anggiea mengungkapkan kepedihannya, "Mendiang ayah saya, keluarga saya, dan saya mencurahkan hati kami untuk merestorasi tempat ini, namun kini tempat ini berdiri sebagai pengingat akan sesuatu yang lebih besar: kota dan pulau kita sedang menderita." Ia juga menambahkan bahwa banyak komunitas di seluruh Sumatra menghadapi dampak yang jauh lebih parah dari banjir ini.
Peristiwa terendamnya Tjong A Fie Mansion ini menyoroti kerentanan situs warisan budaya di tengah bencana alam yang semakin sering terjadi, serta memicu keprihatinan nasional terhadap dampak banjir Sumatra yang luas.