Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kopi Lokal Gagas Gerai Berkelanjutan: Inovasi Desain dan Pengelolaan Limbah Menyeluruh

2025-11-29 | 13:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T06:30:00Z
Ruang Iklan

Kopi Lokal Gagas Gerai Berkelanjutan: Inovasi Desain dan Pengelolaan Limbah Menyeluruh

Jaringan kedai kopi lokal semakin menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mengusung konsep ramah lingkungan pada desain bangunan hingga pengelolaan limbah operasional mereka. Langkah ini merupakan respons terhadap meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan dari industri makanan dan minuman.

Salah satu pemain utama, Kopi Kenangan, telah memperkenalkan gerai berkonsep ramah lingkungan di Alam Sutera, Tangerang, Banten, pada Agustus 2025. Gerai percontohan ini dirancang dengan indikator "Gerai Konsep Hijau" yang mencakup ventilasi alami dan pemanfaatan maksimal sinar matahari untuk pencahayaan. Selain itu, penggunaan material daur ulang menjadi prioritas dalam konstruksi, serta integrasi ruang hijau yang dipenuhi tanaman yang juga dirancang untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan. Edward Tirtanata, Co-Founder dan Group CEO Kenangan Brands, menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan sebuah keharusan bagi pelaku industri F&B, terutama untuk menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan. Gerai ini juga memiliki 100 persen paving block outdoor yang meningkatkan penyerapan air hujan, serta 73 persen area luar yang merupakan ruang terbuka hijau.

Aspek pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam inisiatif ini. Kopi Kenangan menerapkan sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Ampas kopi dimanfaatkan untuk pembuatan kompos dan pakan ternak, sementara kemasan bersertifikat daur ulang digunakan untuk produk. Gerai ini bahkan menyediakan wadah khusus bagi pelanggan yang ingin mengembalikan gelas plastik bekas atau kantong spunbond, dengan perkiraan dapat mengalihkan lebih dari 9,6 ton sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap tahunnya.

Dari sisi operasional dan efisiensi energi, gerai ramah lingkungan Kopi Kenangan dirancang untuk memanfaatkan hingga 70 persen pencahayaan alami, mengurangi konsumsi listrik secara signifikan. Penggunaan peralatan hemat energi, lampu LED dengan sensor gerak di toilet, serta pengaturan suhu AC yang efisien turut berkontribusi. Mesin kopi, yang dikenal sebagai salah satu peralatan dengan konsumsi energi terbesar, dimatikan saat gerai sepi. Berkat langkah-langkah ini, gerai di Alam Sutera berhasil menghemat listrik hingga 30.513 kWh dalam setahun, setara dengan penurunan emisi sekitar 26 ton CO₂e per tahun. Pemantauan emisi karbon juga dilakukan secara berkelanjutan.

Tren keberlanjutan dalam industri kopi ini selaras dengan pergerakan global di tahun 2025, yang memprediksi peningkatan fokus pada kemasan yang dapat didaur ulang atau dibuat kompos, kapsul kopi biodegradable, dan metode pertanian berkelanjutan. Kedai kopi lainnya seperti Work Coffee dan Fore Coffee juga telah menunjukkan komitmen serupa dengan mengurangi penggunaan plastik, mendaur ulang limbah organik dan non-organik, serta mengedukasi pelanggan tentang pentingnya pengurangan sampah. Bluedoors, misalnya, berkolaborasi dengan APP Group untuk meluncurkan kemasan kopi biodegradable bebas mikroplastik. Inisiatif semacam ini tidak hanya menciptakan dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesadaran konsumen dan memperkuat citra merek sebagai entitas yang bertanggung jawab sosial dan lingkungan.