Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pasien Alzheimer Termuda: Ingatan Menghilang Sejak Usia 17 Tahun

2025-11-29 | 13:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T06:10:47Z
Ruang Iklan

Pasien Alzheimer Termuda: Ingatan Menghilang Sejak Usia 17 Tahun

Seorang remaja laki-laki berusia 19 tahun dari Tiongkok telah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer pada tahun 2023, menjadikannya individu termuda di dunia yang tercatat menderita kondisi neurodegeneratif ini. Kasus langka ini telah mengejutkan komunitas medis dan mengubah pemahaman tentang usia onset tipikal Alzheimer, yang umumnya diasosiasikan dengan lanjut usia.

Gejala awal mulai muncul ketika remaja tersebut berusia sekitar 17 tahun, di mana ia mengalami penurunan daya ingat yang bertahap dan kesulitan berkonsentrasi. Seiring waktu, gejala-gejala ini semakin memburuk, membuatnya kesulitan untuk fokus di kelas, membaca, dan mengingat kejadian sehari sebelumnya. Ia juga sering lupa menaruh barang-barangnya. Penurunan kognitifnya menjadi sangat parah, sehingga ia tidak dapat menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas, meskipun masih mampu hidup mandiri.

Diagnosis dikonfirmasi oleh ahli saraf di sebuah klinik memori di Tiongkok, termasuk Dr. Jianping Jia dari Capital Medical University di Beijing. Hasil pemindaian otak pasien menunjukkan adanya penyusutan (atrofi) di hipokampus, area otak yang berperan penting dalam pembentukan memori. Selain itu, analisis cairan serebrospinalnya menunjukkan adanya biomarker yang konsisten dengan Alzheimer, seperti penumpukan protein abnormal. Tes memori juga mengonfirmasi gangguan memori yang parah, dengan skor daya ingat penuh dan langsungnya secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan teman seusianya.

Yang paling membingungkan para peneliti adalah tidak ditemukannya mutasi gen patologis yang diketahui sebagai penyebab Alzheimer dini, seperti mutasi gen PSEN1 yang ditemukan pada pasien termuda sebelumnya yang berusia 21 tahun. Selain itu, tidak ada riwayat keluarga yang menderita Alzheimer atau demensia, dan dokter juga menyingkirkan penyebab lain yang umum dari penurunan kognitif pada usia muda, seperti infeksi, peradangan, trauma kepala, atau kelainan metabolisme.

Kasus ini menimbulkan misteri besar bagi dunia kedokteran dan menyoroti kemungkinan adanya mekanisme baru yang belum diketahui dalam perkembangan penyakit Alzheimer. Para ahli menyatakan bahwa mengeksplorasi misteri Alzheimer pada orang muda mungkin menjadi salah satu pertanyaan ilmiah paling menantang di masa depan, mendorong penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus-kasus langka serupa. Tim medis berencana untuk terus memantau pasien ini guna mendalami bagaimana penyakit ini berkembang pada usia yang sangat muda.