Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Era Ozempic: Wanita Rela Lepas Tulang Rusuk Demi Pinggang Bak Jam Pasir

2025-12-04 | 18:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T11:26:23Z
Ruang Iklan

Era Ozempic: Wanita Rela Lepas Tulang Rusuk Demi Pinggang Bak Jam Pasir

Dunia gaya hidup terus diwarnai oleh obsesi terhadap bentuk tubuh ideal, mendorong sebagian individu mengambil langkah ekstrem demi mencapai estetika yang diinginkan. Dua fenomena yang belakangan ini menjadi sorotan adalah "Tubuh Ozempic" yang dihasilkan dari penurunan berat badan drastis, dan praktik nekat pengangkatan tulang rusuk demi pinggang super ramping. Keduanya mencerminkan tekanan besar terhadap standar kecantikan yang terus berkembang, namun juga membawa risiko kesehatan serius yang patut diwaspadai.

Ozempic, sebuah obat yang awalnya ditujukan untuk mengelola diabetes tipe 2, telah meroket popularitasnya sebagai solusi penurun berat badan "cepat". Mengandung semaglutide, obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan dan memperlambat pengosongan lambung, menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan. Namun, penurunan berat badan yang cepat ini, meskipun diinginkan, sering kali meninggalkan jejak kosmetik yang tak terduga, yang dijuluki "Ozempic Face" dan "Ozempic Butt". "Ozempic Face" merujuk pada wajah yang tampak cekung, tirus, atau lebih keriput akibat hilangnya lemak dan volume wajah, yang dapat memberikan kesan penuaan dini. Sementara itu, "Ozempic Butt" menggambarkan kondisi kulit kendur dan berkurangnya bantalan lemak di area bokong. Istilah-istilah ini bukanlah diagnosis medis formal, melainkan fenomena yang viral di media sosial, menunjukkan konsekuensi estetika dari penurunan berat badan yang cepat, yang juga dapat terjadi setelah operasi bariatrik atau diet ekstrem. Terlepas dari manfaat penurunan berat badan, Ozempic juga memiliki efek samping yang diketahui, termasuk gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, sembelit, nyeri perut, serta risiko yang lebih serius seperti pankreatitis dan masalah ginjal.

Di sisi lain, obsesi terhadap pinggang super ramping telah mendorong sebagian wanita untuk menjalani prosedur bedah plastik ekstrem yang tidak direkomendasikan secara medis: pengangkatan tulang rusuk. Prosedur ini biasanya melibatkan pengangkatan tulang rusuk "melayang" ke-11 dan ke-12, yaitu tulang rusuk bagian bawah yang tidak terhubung ke tulang dada. Tujuannya adalah untuk mempersempit lingkar pinggang dan menciptakan siluet jam pasir yang dramatis, seringkali terinspirasi oleh karakter kartun atau figur "Barbie". Fenomena ini bukan hal baru; rumor tentang selebriti seperti Cher dan Marilyn Monroe yang menjalani prosedur serupa telah beredar selama beberapa dekade, meskipun Cher telah menyangkalnya. Kasus yang paling menonjol adalah model Swedia Pixee Fox, yang pada tahun 2015 mengangkat enam tulang rusuknya demi mencapai lingkar pinggang 40 cm. Baru-baru ini, influencer transgender Emily James juga mengungkapkan telah menjalani operasi serupa.

Para ahli medis secara tegas menyatakan bahwa pengangkatan tulang rusuk untuk tujuan estetika sangat berisiko dan tidak direkomendasikan. Tulang rusuk berfungsi sebagai pelindung organ vital seperti ginjal, hati, dan paru-paru. Pengangkatannya dapat menyebabkan cedera pada organ-organ ini, nyeri kronis, kerusakan saraf, masalah pernapasan, infeksi, penyembuhan yang buruk, dan jaringan parut, serta hilangnya perlindungan alami terhadap organ internal. Kebanyakan ahli bedah yang berkualitas menolak melakukan prosedur ini kecuali ada indikasi medis yang kuat seperti trauma atau tumor. Penting untuk dicatat bahwa operasi ini menciptakan ilusi pinggang yang lebih kecil dan tidak berkaitan dengan penurunan berat badan atau lemak tubuh yang sebenarnya. Ada juga prosedur yang disebut "remodeling tulang rusuk", yang kurang ekstrem namun tetap menyakitkan, di mana tulang rusuk dipatahkan dan diposisikan ulang untuk mengurangi lebar batang tubuh bagian bawah.

Fenomena "Tubuh Ozempic" dan pengangkatan tulang rusuk, meskipun berbeda dalam metode, sama-sama menyoroti sejauh mana individu bersedia melangkah dalam mengejar standar kecantikan yang tidak realistis. Peningkatan penggunaan Ozempic untuk tujuan estetika telah memicu kekhawatiran tentang dampak terhadap gerakan body positivity dan mendorong tujuan penurunan berat badan yang tidak sehat. Komunitas medis terus menekankan pentingnya memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan daripada mengejar estetika ekstrem yang dapat membahayakan tubuh.