Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Insecure dengan Tinggi 175 Cm, Pria Ini Nekat Operasi Peninggi Badan

2025-12-04 | 01:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T18:53:15Z
Ruang Iklan

Insecure dengan Tinggi 175 Cm, Pria Ini Nekat Operasi Peninggi Badan

Seorang pria bernama Irakli Archvadze, yang berasal dari Tbilisi, Georgia, menjalani operasi peninggi badan karena merasa tidak percaya diri dengan tinggi badannya yang "hanya" 175 cm. Pria berusia 36 tahun ini bahkan dijuluki sebagai 'short king' atau 'raja pendek' oleh lingkungannya, sebuah label yang membuatnya tidak nyaman. Ia pun memutuskan untuk terbang ke Turki dan menjalani prosedur pemanjangan anggota badan.

Prosedur yang dijalani Irakli melibatkan pemotongan tulang paha dan pemasangan rangka logam di kakinya. Setelah operasi, Irakli menggunakan alat khusus dari dokter bedah selama tiga bulan untuk secara bertahap memisahkan tulang paha yang terpotong sebesar 1 mm setiap hari. Metode ini memungkinkan tulang baru tumbuh di antara celah tersebut. Pada Mei 2025, tinggi badan Irakli telah mencapai sekitar 180 cm. Meskipun harus merasakan sakit yang luar biasa selama proses pemulihan, ia mengaku merasa lebih percaya diri. "Orang-orang tidak mengerti bagaimana perasaan kami, raja-raja pendek. Dengan tinggi badan saya, saya merasa ada bagian dari teka-teki yang hilang, dan menemukan bagian ini melalui operasi," ujar Irakli. Ia bahkan berhenti dari pekerjaannya untuk fokus pada operasi dan pemulihannya, menjalani fisioterapi tiga kali seminggu, dan melakukan peregangan serta latihan di gym hampir setiap hari.

Operasi peninggi badan, yang dikenal juga dengan osteogenesis distraksi, adalah prosedur kompleks yang memanfaatkan kemampuan tubuh untuk meregenerasi tulang baru, serta jaringan lunak, ligamen, pembuluh darah, dan saraf di sekitarnya. Prosedur ini diawali dengan osteotomy, yaitu tindakan memotong tulang yang akan diperpanjang. Umumnya, operasi ini direkomendasikan untuk kondisi medis seperti perbedaan panjang tungkai kaki yang signifikan (setidaknya dua sentimeter) atau kelainan pertumbuhan tulang bawaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, prosedur ini juga diminati untuk alasan kosmetik, meskipun banyak dokter tidak merekomendasikannya hanya untuk mencapai postur tubuh ideal karena sifatnya yang menyakitkan dan membutuhkan waktu pemulihan yang sangat lama.

Risiko dari operasi peninggi badan cukup bervariasi dan perlu dipertimbangkan matang-matang. Beberapa risiko yang mungkin terjadi meliputi rasa nyeri hebat, waktu pemulihan yang panjang (bisa 4-6 bulan atau bahkan lebih), infeksi tulang (osteomielitis) akibat pemasangan alat, perubahan arah tumbuhnya tulang, pengerasan sendi, komplikasi pada pembuluh darah dan saraf, pembekuan darah, hingga risiko cacat permanen. Jika tulang dipisahkan terlalu cepat, ada risiko tulang tidak dapat pulih atau tumbuh dengan baik, menyebabkan jaringan menjadi lemah. Profesor Tim Briggs, seorang ahli bedah ortopedi, memberikan peringatan bagi siapa saja yang ingin menjalani operasi serupa, menekankan potensi komplikasi yang serius.

Biaya untuk operasi peninggi badan terbilang sangat fantastis. Di Inggris, biayanya bisa mencapai GBP 50.000 (sekitar Rp 950 juta), sementara di Amerika Serikat bervariasi antara USD 75.000 hingga USD 280.000 (setara Rp 1,169 miliar hingga Rp 4,367 miliar). Beberapa laporan juga menyebutkan biaya di Indonesia bisa mencapai Rp 300 juta hingga Rp 500 juta pada tahun 2025. Di Turki, tempat Irakli menjalani operasi, biaya untuk prosedur pemanjangan anggota badan juga menjadi salah satu pertimbangan banyak pasien dari berbagai negara. Setelah operasi, masa pemulihan bisa berlangsung antara 9 hingga 12 bulan, bahkan lebih, sehingga tidak sembarang orang bisa menjalaninya.