:strip_icc()/kly-media-production/medias/5428144/original/012723400_1764480695-3.jpg)
Perempuan korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, disebut mengalami trauma mendalam dan membutuhkan dukungan psikososial berkelanjutan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan bahwa kelompok perempuan merasakan dampak psikologis yang lebih berat dibandingkan anak-anak.
Menurut Menteri Arifah Fauzi, meskipun anak-anak terlihat tetap aktif bermain dan berinteraksi di tengah bencana, pengalaman traumatis tersebut dapat meninggalkan kesan mendalam yang akan terbawa hingga dewasa. Namun, kaum perempuan dinilai memerlukan pendekatan konseling atau pemulihan trauma secara berkelanjutan karena banyak di antara mereka yang kehilangan rumah, harta benda, serta menghadapi ketidakpastian masa depan. Beban psikologis ganda ini membuat perempuan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap trauma pascabencana.
Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang pada akhir November 2025 di tiga provinsi tersebut telah menyebabkan kerusakan luar biasa, menelan banyak korban jiwa, ribuan cedera, ratusan orang hilang, dan jutaan jiwa mengungsi. Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem, termasuk Siklon Tropis Senyar, dan diperparah oleh kerusakan lingkungan seperti deforestasi di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS).
Pemerintah pusat melalui Kementerian PPPA telah berkoordinasi cepat dengan dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten untuk menyediakan layanan pemulihan trauma spesifik bagi perempuan dan anak terdampak. Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk penyaluran bantuan logistik dan pemulihan psikologis bagi para korban, memastikan bahwa setiap perempuan dan anak mendapatkan perlindungan serta pemenuhan hak yang layak selama masa tanggap darurat dan fase pemulihan. Koordinasi ini terus berlanjut untuk memastikan kebutuhan spesifik perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya seperti lansia dan penyandang disabilitas dapat terpenuhi.