Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Visi 2030: Ajak Warga Beralih ke Lampu LED, Hemat Listrik untuk Masa Depan Lebih Terang

2025-12-03 | 13:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T06:24:41Z
Ruang Iklan

Visi 2030: Ajak Warga Beralih ke Lampu LED, Hemat Listrik untuk Masa Depan Lebih Terang

Peralihan menuju penggunaan lampu LED yang lebih hemat listrik semakin gencar diserukan, seiring dengan komitmen berbagai pihak untuk mencapai efisiensi energi dan mendukung keberlanjutan lingkungan hingga tahun 2030. Program "Berbagi Cahaya hingga 2030" menjadi salah satu inisiatif terdepan yang mengajak masyarakat beralih ke teknologi pencahayaan modern ini.

Program "Berbagi Cahaya hingga 2030" merupakan langkah nyata dari PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) melalui merek Azko. Inisiatif yang telah berjalan sejak tahun 2017 ini semakin diperkuat dengan komitmen jangka panjang untuk mendonasikan lampu LED hemat energi guna mendorong efisiensi listrik, mengurangi emisi, dan memperluas akses pencahayaan yang ramah lingkungan bagi masyarakat. Direktur Aspirasi Hidup Indonesia, Teresa Wibowo, menyatakan bahwa program ini menargetkan pendistribusian 150.000 lampu LED Azko ke 30.000 rumah, 300 sekolah, dan 300 fasilitas publik di 80 kota di seluruh Indonesia hingga tahun 2030.

Sejak diluncurkan, program Azko Berbagi Cahaya telah menjangkau 30 kota dan 50 fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadah, pusat kebudayaan, dan museum, dengan lebih dari 10.000 lampu LED hemat energi telah didistribusikan. Sebagai langkah implementasi terbaru, pada 24 November 2025 lalu, Azko telah menyalurkan 2.500 lampu LED hemat energi kepada 450 rumah warga di Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat. Inisiatif ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), khususnya TPB 7 mengenai Energi Bersih dan Terjangkau.

Manfaat beralih ke lampu LED sangat signifikan bagi rumah tangga. Lampu LED dikenal mampu menghemat energi hingga 80-90% dibandingkan dengan lampu pijar atau lampu fluorescent biasa (CFL). Efisiensi ini disebabkan 95% energi pada lampu LED digunakan untuk menghasilkan cahaya, sementara hanya 5% yang menghasilkan panas. Hal ini berbanding terbalik dengan lampu konvensional yang sebagian besar energinya terbuang menjadi panas. Penghematan energi ini pada akhirnya akan berdampak pada pengurangan tagihan listrik bulanan yang lebih rendah.

Selain hemat energi, lampu LED juga memiliki masa pakai yang jauh lebih panjang, yakni dapat bertahan 20 hingga 25 kali lipat lebih lama daripada lampu pijar biasa, mencapai 25.000 hingga 60.000 jam penggunaan, bahkan beberapa merek mengklaim dapat digunakan hingga 15 tahun. Umur pakai yang awet ini tentu mengurangi biaya pemeliharaan dan frekuensi penggantian lampu.

Dari sisi kesehatan dan lingkungan, lampu LED lebih aman karena tidak mengandung bahan beracun seperti merkuri, kadmium, atau timbal yang ditemukan pada lampu CFL, sehingga lebih mudah didaur ulang dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Lampu LED juga tidak menghasilkan radiasi inframerah maupun sinar ultraviolet, serta mengeluarkan lebih sedikit panas, yang membuatnya lebih aman digunakan di berbagai ruangan dan mengurangi risiko kebakaran. Konsumsi energi yang rendah juga berkontribusi pada penurunan emisi karbon, mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong peningkatan penggunaan lampu LED di Indonesia. Pada tahun 2019, penggunaan lampu LED pada rumah tangga baru mencapai 52%, dengan sisanya masih menggunakan lampu CFL (41%) dan lampu pijar (7%). Kementerian ESDM memproyeksikan permintaan lampu LED akan meningkat tajam hingga 165 juta unit pada tahun 2030. Berbagai upaya dilakukan, termasuk mendorong industri lampu dalam negeri untuk mengurangi dominasi impor lampu LED yang masih tinggi, serta menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM) untuk produk lampu LED guna meningkatkan daya saing dan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal. Program seperti Advancing Indonesia's Lighting Market to High Efficient Technologies (ADLIGHT) juga digagas bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Environment Programme (UNEP) untuk mempercepat adopsi lampu LED, termasuk untuk penerangan jalan umum (PJU). Kementerian ESDM juga telah menghibahkan ribuan lampu LED untuk warga kurang mampu, seperti 3.000 unit di Kota Blitar pada April 2024.

Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, peralihan ke lampu LED bukan hanya sekadar tren dekorasi rumah, melainkan sebuah investasi cerdas untuk penghematan jangka panjang, kenyamanan pencahayaan yang lebih baik, dan kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan.