:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470727/original/034268500_1768218769-TEYANA_TAYLOR_MAKEUP.jpeg)
Red karpet Golden Globes 2026 yang berlangsung pada 11 Januari lalu menandai pergeseran signifikan dalam tren kecantikan, memadukan pesona Hollywood Klasik dengan interpretasi modern yang berani. Alih-alih pernyataan minimalis yang mendominasi musim penghargaan sebelumnya, acara di Beverly Hilton ini menjadi panggung bagi tampilan riasan dan gaya rambut yang lebih dramatis, mulai dari warna bibir gelap hingga sanggul struktural. Perubahan ini mengisyaratkan arah gaya hidup glamor yang lebih ekspresif dan personal sepanjang tahun.
Salah satu tren paling mencolok adalah kembalinya bibir vampy, yang diusung oleh selebriti seperti Selena Gomez. Penata rias Hung Vanngo menciptakan tampilan bibir merah tua yang hampir hitam untuk Gomez, menjauhi nuansa merah cerah konvensional. "Kami ingin mengangkat gaya Hollywood klasik dan menerjemahkan estetika film noir ke karpet merah—nada gelap dan pekat yang Anda lihat di film-film Hollywood lama," kata Vanngo, menyoroti keinginan akan kemewahan sinematik. Audrey Nuna bahkan tampil lebih berani dengan lipstik hitam pekat, dipadukan dengan sanggul kepang yang terpahat. Teyana Taylor turut menyumbangkan nuansa gelap dengan bibir cokelat glossy.
Gaya rambut sculptural dan sanggul arsitektural menjadi sorotan lain yang signifikan. Amanda Seyfried menarik perhatian dengan updo terinspirasi era 1930-an yang terpahat, ditata dengan rapi dan belahan samping tegas yang menurut Direktur Kreatif Internasional Rush Hair, Andy Heasman, merupakan tren utama untuk Musim Semi 2026. Audrey Nuna menunjukkan kreativitas dengan kepang yang dibentuk menjadi updo yang menantang gravitasi, sementara Zoë Kravitz memilih updo kepang dengan pin rambut kristal yang menyeimbangkan struktur dengan kesan santai.
Tren "bob" juga terus mendominasi, namun dengan sentuhan yang lebih bervolume dan berstruktur. Ayo Edebiri menampilkan bob bergelombang dan bervolume ala tahun 90-an yang memancarkan glamor Old Hollywood. Selena Gomez memilih bob bergelombang dengan belahan samping dalam, sementara Emma Stone memamerkan bob yang ditiup keluar dengan belahan tengah, menciptakan kesan segar dan bercahaya. Bahkan terdapat "tucked bob" yang chic, di mana rambut pendek diselipkan di belakang satu telinga, memberikan tampilan modern pada gaya klasik.
Kulit bercahaya atau "glass skin" tetap menjadi fondasi riasan yang kuat. Jennifer Lawrence dan Emma Stone sama-sama menampilkan kulit dewy yang tampak sehat dan alami, dengan penekanan pada cahaya yang memancar dari dalam, bukan kontur berlebihan. Penata rias selebriti Nina Park, yang dikenal dengan riasan kulit bercahaya khasnya, bertanggung jawab atas penampilan Emma Stone dan Jessie Buckley. Pamela Anderson, yang sebelumnya dikenal dengan riasan minimalisnya, terlihat menggunakan sentuhan riasan yang sangat halus, dengan fokus pada kulit yang segar tanpa foundation tebal, menunjukkan pergeseran menuju penekanan pada kesehatan kulit. Makeup artist Philippa Louise mendukung pendekatan "less is always more," terutama seiring bertambahnya usia, merekomendasikan concealer di atas foundation untuk fokus pada area mata.
Riasan mata smoky yang bernuansa turut menghiasi karpet merah. Teyana Taylor tampil memukau dengan winged liner hitam berkilau dan bibir cokelat glossy, sementara Ayo Edebiri menampilkan mata smoky dengan perpaduan warna plum dan mauve yang disesuaikan dengan gaun Chanel-nya. Penata rias Ernesto Casillas menyatakan inspirasinya datang dari gaun Edebiri yang elegan untuk menciptakan palet warna ini.
Sentuhan retro pada gaya rambut terlihat pada tampilan Laufey yang memilih kuncir kuda tinggi yang ramping dengan ujung rambut yang melengkung keluar, mengingatkan pada gaya vintage. Hailee Steinfeld juga mengadopsi gelombang ala Hollywood Lama, memberikan nuansa klasik pada penampilannya.
Tekstur rambut alami yang ditata juga mendapatkan tempatnya. Wunmi Mosaku mengukir dreadlock-nya menjadi updo bervolume yang menakjubkan. Tessa Thompson memamerkan gelombang panjang yang tergerai, menciptakan kesan etereal seperti putri duyung, sementara Zoë Kravitz menguatkan gagasan bahwa tekstur memiliki tempat yang jelas dalam penataan formal.
Alis yang lebih terang dan kontur mata yang berani juga terlihat pada beberapa bintang. Jenna Ortega, yang dikenal dengan gaya gotiknya, tampil dengan alis yang diputihkan dan bibir cokelat, dipadukan dengan gaun hitam berpotongan unik. Teyana Taylor kembali menunjukkan kepiawaiannya dengan winged liner hitam dramatis yang menjadi titik fokus wajahnya.
Di sisi rambut pendek, pixie cut tampil menawan. Teyana Taylor mengubah pixie cut khasnya dengan gelombang jari kecil yang memberikan kesan klasik namun modern. Sabrina Dhowre Elba juga terlihat dengan potongan rambut crop yang chic.
Terakhir, sanggul rendah yang santai menjadi pilihan populer di kalangan nominasi seperti Jenna Ortega, Kate Hudson, Leighton Meester, dan Brittany Snow, menunjukkan bahwa tampilan yang "effortless" namun tetap terpoles memiliki daya tarik tersendiri. Gaya ini, meskipun santai, terasa disengaja, mengonfirmasi prediksi penata rambut Rogério Cavalcante bahwa "rambut di tahun 2026 bukan tentang kesempurnaan—ini tentang niat".
Tren-tren kecantikan dari Golden Globes 2026 ini bukan sekadar cerminan momen sesaat, melainkan indikator kuat pergeseran preferensi dalam industri gaya hidup. Dari penekanan pada bibir gelap yang dramatis hingga eksplorasi tekstur rambut alami, serta evolusi bob klasik, karpet merah ini menegaskan kembalinya glamor yang berani dan personal. Implikasinya adalah dorongan bagi konsumen untuk bereksperimen dengan estetika yang lebih kaya, mengintegrasikan elemen vintage dengan sentuhan kontemporer, dan memprioritaskan ekspresi diri yang terkurasi dalam rutinitas kecantikan mereka di tahun mendatang.