Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mahasiswa Jatim Gerakkan Ibu Ciptakan Nugget Ikan Kembung, Jurus Jitu Atasi Stunting

2026-01-14 | 19:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T12:55:01Z
Ruang Iklan

Mahasiswa Jatim Gerakkan Ibu Ciptakan Nugget Ikan Kembung, Jurus Jitu Atasi Stunting

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) melalui Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 di Karangrejo, Madiun, Jawa Timur, baru-baru ini menyelenggarakan program edukasi inovatif dengan mengajak para ibu mengolah ikan kembung menjadi nugget sebagai upaya konkret mencegah stunting pada anak-anak. Inisiatif yang dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Panti Asuhan Asih, Madiun, ini menyoroti pemanfaatan sumber protein lokal untuk mengatasi masalah gizi kronis yang masih menghantui jutaan balita di Indonesia.

Fenomena stunting, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), terus menjadi prioritas nasional. Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14% pada akhir tahun 2024. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8%, menunjukkan penurunan signifikan dari 21,5% pada tahun 2023. Meskipun demikian, angka ini masih berada di atas standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 20%. Jawa Timur sendiri merupakan salah satu dari enam provinsi dengan jumlah balita stunting terbesar, mencapai 430.780 balita, dengan target penurunan prevalensi hingga 14% pada tahun 2024 dari 17,7% pada 2023.

Ikan kembung dipilih sebagai bahan utama dalam program ini karena ketersediaannya yang melimpah di wilayah Karangrejo, Madiun, serta kandungan gizinya yang superior. Ikan kembung kaya akan protein tinggi (21,3 gram per 100 gram), lemak sehat (3,4 gram), vitamin D, kalsium, fosfor, zat besi, serta asam lemak omega-3 dan omega-6 yang esensial untuk perkembangan otak dan pertumbuhan fisik optimal anak. Rachma Nabila Putri, perwakilan BBK 7 Karangrejo, menjelaskan bahwa format nugget dipilih karena disukai anak-anak dan memungkinkan pembuatan makanan bergizi tanpa bahan tambahan berbahaya yang sering ditemukan pada produk olahan komersial. Inisiatif ini mendapatkan respons positif dari masyarakat, dengan para ibu peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap sosialisasi dan demo masak.

Keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswanya dalam upaya penanggulangan stunting sangat krusial. Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan (Lalitbang) BKKBN, Prof. drh. Muhammad Rizal Martua Damanik, menegaskan peran strategis perguruan tinggi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan kasus stunting oleh mahasiswa, seperti yang dilakukan Unair, memberikan edukasi langsung dan promosi kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah juga telah menekankan pentingnya intervensi gizi spesifik, terutama pada 1.000 HPK dan ibu hamil, termasuk pemberian suplemen multinutrien dan peningkatan asupan gizi. Program lokal seperti pembuatan nugget ikan ini melengkapi strategi nasional yang mengedepankan konvergensi lintas sektor.

Keberlanjutan inisiatif berbasis komunitas seperti yang dijalankan mahasiswa Unair ini menjadi vital dalam mencapai target penurunan stunting nasional dan daerah. Pendekatan yang memanfaatkan potensi pangan lokal dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat memiliki potensi untuk menciptakan dampak jangka panjang pada kesehatan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan memperkuat pemahaman gizi seimbang dan keterampilan pengolahan makanan sehat di tingkat rumah tangga, upaya ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan angka stunting saat ini tetapi juga membangun fondasi generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.