:strip_icc()/kly-media-production/medias/5394375/original/063899700_1761630997-curry.jpg)
Produsen bumbu kari Jepang halal asal Indonesia, PT House And Vox Indonesia, secara resmi memulai ekspor produk andalannya ke pasar Kuwait pada tahun 2025, menandai langkah signifikan dalam memperluas jangkauan makanan halal Indonesia di Timur Tengah. Pengiriman perdana yang mencapai 7,5 ton bumbu kari Jepang tersebut menjadikan Kuwait sebagai negara kedua di kawasan tersebut yang disasar setelah Uni Emirat Arab pada tahun 2022. Ekspansi ini merupakan respons terhadap meningkatnya apresiasi global terhadap masakan Jepang yang dikenal memiliki karakter rasa ringan, seimbang, dan mudah diterima berbagai budaya, berpadu dengan permintaan yang kuat akan produk halal berkualitas di negara-negara mayoritas Muslim.
Keberhasilan menembus pasar Kuwait, sebuah negara dengan populasi Muslim yang besar dan sangat memperhatikan aspek kehalalan produk, menggarisbawahi daya saing industri makanan olahan Indonesia. Pasar makanan halal Kuwait sendiri menunjukkan pertumbuhan impor yang signifikan, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 40,64% selama periode 2020-2024, didorong oleh kepatuhan terhadap hukum diet Islam dan preferensi konsumen. Produk House Japanese Curry, yang telah mengantongi sertifikasi halal dari LPPOM MUI, dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pasar Kuwait.
Hiroyuki Hayashi, Presiden Direktur PT House And Vox Indonesia, menyatakan bahwa meningkatnya kesadaran global terhadap kari Jepang membuka peluang baru bagi produk ini untuk dikenal lebih luas. Perusahaan yang beroperasi di Indonesia sejak 2016 ini merupakan bagian dari House Foods Jepang yang telah berdiri sejak 1913, dan dikenal sebagai pelopor bumbu kari roux halal pertama di Tanah Air. Seiring waktu, berbagai produk berbasis rempah yang dikembangkan di Indonesia telah berhasil menembus pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Australia.
Ekspor bumbu kari halal ini juga sejalan dengan tren positif ekspor produk halal Indonesia secara keseluruhan. Dalam kurun enam tahun terakhir, ekspor produk halal Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 7,08%. Sektor makanan dan minuman mendominasi ekspor produk halal Indonesia, menyumbang 81,16% dari total ekspor produk halal pada tahun 2024 yang mencapai USD 51,4 miliar. Pada periode Januari-Oktober 2024 saja, nilai ekspor produk halal Indonesia tercatat sebesar USD 41,42 miliar atau setara Rp673,90 triliun, dengan makanan olahan menjadi komoditas penyumbang terbesar.
Meskipun potensi pasar halal global diperkirakan mencapai USD 10 triliun pada tahun 2030, dengan sektor makanan halal diproyeksikan mencapai USD 1,972 miliar pada tahun 2024, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut meliputi kurangnya promosi terintegrasi di pasar internasional, perbedaan standar sertifikasi halal antarnegara, dan kendala logistik yang mempengaruhi daya saing harga. Namun, pemerintah Indonesia, melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), terus memperkuat sinergi dalam memfasilitasi percepatan ekspor produk halal, termasuk optimalisasi peran 44 perwakilan dagang di luar negeri untuk mempromosikan produk halal dan memfasilitasi pertemuan bisnis antara eksportir dan pembeli internasional. Langkah ekspor bumbu kari Jepang halal ke Kuwait ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di peta industri halal global, tetapi juga membuka jalan bagi produk makanan olahan halal lainnya untuk menembus pasar internasional yang semakin berkembang.