:strip_icc()/kly-media-production/medias/4877931/original/050815100_1719560595-fotor-ai-2024062814402.jpg)
Teknik Emotional Freedom Technique (EFT), yang juga dikenal sebagai "terapi ketuk" atau "tapping", semakin populer sebagai pendekatan alternatif untuk meredakan stres dan menyembuhkan luka emosional. Metode ini menggabungkan prinsip psikologi modern dengan konsep akupresur Tiongkok kuno untuk menyeimbangkan sistem energi tubuh.
EFT pada dasarnya adalah bentuk akupresur psikologis yang melibatkan pengetukan ringan menggunakan ujung jari pada titik-titik meridian spesifik di tubuh, seperti di kepala, wajah, dan tubuh bagian atas. Titik-titik ini, yang juga disebut titik akupunktur, merupakan jalur energi tubuh yang diyakini dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Gagasan utamanya adalah bahwa gangguan pada sistem energi tubuh dapat menyebabkan emosi negatif dan rasa sakit, dan pengetukan ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan energi tersebut.
Teknik ini dikembangkan pada tahun 1990-an oleh Gary Craig, yang menyederhanakan Thought Field Therapy (TFT) yang diciptakan oleh Dr. Roger Callahan. Craig memperkenalkan EFT kepada publik pada tahun 1995 melalui bukunya, "The EFT Course".
Dalam praktiknya, sesi EFT dimulai dengan mengidentifikasi masalah atau emosi spesifik yang ingin diatasi, kemudian menilai intensitasnya pada skala 0 hingga 10. Selanjutnya, individu mengucapkan "setup phrase" yang mengakui masalah tersebut sambil menyatakan penerimaan diri, misalnya, "Meskipun saya memiliki kecemasan ini, saya sepenuhnya menerima dan mencintai diri saya." Setelah itu, pengetukan dilakukan pada serangkaian titik meridian sambil mengucapkan "reminder phrase" untuk tetap fokus pada masalah yang sedang ditangani. Setelah satu putaran pengetukan, intensitas emosi dinilai kembali, dan proses ini dapat diulang hingga perasaan membaik atau intensitas masalah menurun.
Teknik USEFT (Ultimate the Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique) adalah pengembangan lebih lanjut dari EFT dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT). Teknik ini menggabungkan stimulasi 17 titik meridian dasar pada tubuh dengan afirmasi positif untuk membantu melepaskan emosi terpendam, mengurangi stres, menenangkan pikiran, serta mencegah kelelahan mental dan burnout. USEFT terus dikembangkan oleh Yayasan Kesehatan Mental Keluarga.
Sejumlah penelitian dan pengalaman menunjukkan berbagai manfaat dari terapi ketuk ini. EFT telah terbukti efektif dalam meredakan stres dan kecemasan, bahkan dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) secara signifikan hingga 43%. Selain itu, EFT juga membantu mengatasi gangguan stres pascatrauma (PTSD), bahkan telah menjadi pengobatan yang diakui untuk veteran perang dengan PTSD. Manfaat lain termasuk meredakan nyeri fisik seperti sakit kepala tegang dan nyeri kronis, serta membantu dalam penanganan depresi, insomnia, fobia, dan mengurangi keinginan berlebihan terhadap makanan. Terapi ini juga diyakini dapat meningkatkan kebahagiaan, harga diri, dan mendorong penyembuhan diri serta pengaturan emosi.
Meskipun demikian, beberapa sumber menyatakan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya efektivitas EFT pada berbagai kondisi. Beberapa kalangan mengkarakterisasikan EFT sebagai pseudosains, dengan manfaat yang tidak lebih dari efek plasebo atau teknik psikologis efektif lainnya yang mungkin disertakan.
Salah satu keunggulan EFT dan USEFT adalah kemudahannya untuk dipelajari dan dilakukan secara mandiri, kapan saja dan di mana saja, tanpa memerlukan alat khusus. Ini menjadikan terapi ketuk sebagai alat bantu diri yang praktis untuk mengelola kesehatan mental sehari-hari atau sebagai terapi komplementer dengan bimbingan profesional. Penting untuk dicatat bahwa EFT tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan medis atau psikologis yang diperlukan dalam kondisi serius, dan disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum mencoba terapi alternatif ini.