:strip_icc()/kly-media-production/medias/5386977/original/032964300_1761027586-drobotdean.jpg)
Bagi perempuan yang memasuki usia 30-an, menjaga kebugaran tubuh seringkali menjadi prioritas, namun fokusnya mungkin seringkali tertuju pada kardio. Padahal, latihan beban atau strength training memiliki peran krusial yang tidak boleh diabaikan. Para ahli kesehatan menyoroti pentingnya menambahkan rutinitas latihan beban dalam gaya hidup perempuan di usia ini, dengan beragam manfaat yang mencakup kesehatan fisik dan mental jangka panjang.
Salah satu alasan utama mengapa latihan beban sangat penting adalah untuk melawan sarcopenia, kondisi hilangnya massa otot yang secara alami mulai terjadi sekitar usia 30 tahun. Rata-rata, seseorang dapat kehilangan sekitar 1% massa otot setiap tahunnya jika tidak aktif bergerak. Kehilangan massa otot ini tidak hanya mempengaruhi kekuatan tubuh tetapi juga dapat memperburuk kualitas hidup. Latihan beban adalah satu-satunya olahraga yang dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan massa otot.
Selain massa otot, kepadatan tulang juga mulai menurun setelah usia 30 tahun, terutama bagi perempuan, yang meningkatkan risiko osteoporosis dan patah tulang di kemudian hari. Latihan beban terbukti dapat merangsang proses pembentukan tulang, membantu menjaga struktur, kekuatan, dan kesehatan tulang secara keseluruhan, bahkan bisa membantu mengembalikan kepadatan tulang. Ini menjadi bagian penting dalam pencegahan kerusakan tulang dan mendukung mobilitas jangka panjang.
Dari sisi metabolisme dan pengelolaan berat badan, latihan beban juga sangat efektif. Pada usia 30-an, metabolisme tubuh biasanya mulai melambat. Otot membakar lebih banyak kalori dibandingkan lemak, bahkan saat istirahat. Dengan meningkatkan massa otot melalui latihan beban, tubuh akan membakar lebih banyak kalori setiap hari, membantu mengontrol berat badan, mengurangi lemak perut yang berbahaya, dan mencegah penumpukan lemak.
Perempuan juga akan merasakan manfaat signifikan terkait keseimbangan hormon, khususnya saat mendekati masa perimenopause dan menopause. Penurunan kadar estrogen pada fase ini dapat mempengaruhi massa otot, kesehatan tulang, dan metabolisme. Latihan beban tidak hanya membantu mempertahankan massa otot tetapi juga berkontribusi pada keseimbangan hormon, serta dapat meringankan gejala seperti hot flashes dan masalah tidur. Mia Fitri, Founder Move Inc. & Menopause Transition Coach, menyebut strength training sebagai "anti-aging terbaik" karena mempertahankan massa otot dan memadatkan tulang.
Lebih lanjut, latihan beban dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan koordinasi tubuh, yang penting untuk aktivitas sehari-hari dan mengurangi risiko cedera seperti sakit lutut dan pinggang. Postur tubuh pun akan ikut membaik karena otot inti seperti punggung dan perut bekerja lebih optimal.
Tidak hanya fisik, kesehatan mental perempuan juga akan membaik dengan rutin latihan beban. Aktivitas ini dapat memicu pelepasan hormon kebahagiaan seperti endorfin dan serotonin, yang membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, dan membangun rasa percaya diri.
Mitos bahwa latihan beban akan membuat perempuan berotot besar seperti binaragawan pria perlu ditepis. Perempuan tidak memiliki hormon testosteron dalam jumlah yang cukup untuk membentuk otot besar secara tiba-tiba; sebaliknya, latihan beban akan membantu membentuk tubuh yang kencang, ramping, dan ideal.
Untuk memulai, Dr. Jared Tadje, seorang spesialis ortopedi, merekomendasikan latihan yang disesuaikan dengan kondisi fisik dan tingkat kebugaran individu, bahkan latihan sederhana menggunakan berat badan sendiri, tali resistensi, atau beban ringan dapat memberikan hasil yang signifikan. Latihan dapat dilakukan hanya 30-60 menit per minggu untuk memberikan manfaat kesehatan. Konsistensi menjadi kunci, dengan target dua hingga tiga kali seminggu, dan penting untuk memperhatikan teknik yang benar serta memberikan waktu pemulihan otot minimal 48 jam. Jika dirasa sakit, segera hentikan latihan dan jangan memaksakan diri. Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Memulai kebiasaan berolahraga di usia 30-an adalah investasi yang akan memberikan manfaat jangka panjang, membantu tetap sehat, bugar, dan berenergi.