Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cempasúchil: Bunga Kematian Meksiko Berjuang Melawan Krisis Iklim

2025-11-24 | 13:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T06:59:43Z
Ruang Iklan

Cempasúchil: Bunga Kematian Meksiko Berjuang Melawan Krisis Iklim

Bunga cempasúchil, atau marigold Meksiko, yang menjadi simbol tak terpisahkan dari perayaan Hari Kematian (Día de Muertos) di Meksiko, kini menghadapi ancaman serius akibat krisis iklim. Perubahan pola cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, kekeringan berkepanjangan, dan banjir, telah memukul mundur para petani yang menggantungkan hidupnya pada budidaya bunga berwarna oranye cerah ini.

Di Xochimilco, sebuah distrik pedesaan di selatan Mexico City yang terkenal dengan teknik pertanian kuno berbasis kanal, petani seperti Lucia Ortiz, 50 tahun, telah menanam cempasúchil selama beberapa generasi. Namun, Ortiz dan petani lainnya kini merasa tertekan oleh dampak perubahan iklim yang semakin parah. Mereka melaporkan bahwa hujan lebat dan banjir telah menghancurkan hingga separuh hasil panen bunga mereka tahun ini. Lucia Ortiz menyebutkan bahwa mereka bahkan kesulitan membeli pupuk yang dibutuhkan dan "kadang-kadang tidak memiliki apa-apa" dari tanaman cempasúchil mereka. Hujan berlebihan juga memicu hama, penyakit, dan pembusukan akar tanaman. Pemerintah Meksiko mencatat bahwa hujan deras yang berlangsung berbulan-bulan telah memusnahkan lebih dari 37.000 hektar tanaman di seluruh negeri. Walikota Mexico City, Clara Brugada, menyatakan bahwa sebanyak 2 juta tanaman marigold di Xochimilco terancam.

Bunga cempasúchil tidak hanya memiliki nilai budaya yang mendalam sebagai "bunga kematian" yang dipercaya menjadi jembatan antara dunia orang mati dan hidup, membimbing jiwa-jiwa kembali ke altar keluarga. Bunga ini juga merupakan mesin ekonomi penting, dengan kelompok perdagangan memprediksi akan menghasilkan hampir 2,7 juta dolar AS bagi petani pada tahun 2025. Namun, pendapatan ini semakin tidak pasti karena petani menghadapi biaya produksi yang meningkat, seperti insektisida dan pupuk, untuk menyelamatkan tanaman mereka. Carlos Jiménez, seorang petani dari Xochimilco, beralih menanam varietas marigold hibrida dari Amerika Serikat delapan tahun lalu karena dianggap lebih mudah dipasarkan. Namun, varietas hibrida ini memiliki kelemahan karena kurangnya keanekaragaman genetik, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit dan perubahan cuaca ekstrem dibandingkan varietas asli Meksiko yang lebih tangguh.

Para ilmuwan dan ahli biologi di bank benih, seperti Clara Soto Cortés dari bank benih Toxinachcal, sedang berupaya mengadaptasi tanaman bunga ini terhadap kondisi yang berubah. Mereka menyimpan ribuan varian benih spesies tanaman asli, termasuk 20 varian cempasúchil, untuk menyediakan strain yang lebih tangguh bagi petani lokal. Benih asli ini telah beradaptasi dengan berbagai geografi, termasuk daerah dataran tinggi dan rendah, serta tempat dengan kelembaban tinggi atau kering, menjadikannya lebih tahan terhadap serangga dan perubahan iklim drastis. Meskipun demikian, banyak petani tidak memiliki modal untuk berinvestasi dalam infrastruktur tambahan seperti rumah kaca atau varietas baru. Krisis ini mengancam bukan hanya mata pencarian petani, tetapi juga kelangsungan tradisi leluhur dan perayaan Día de Muertos yang kaya budaya.