
Al Dewi Putri Ningsih dan Al Putri Anugrah, atau yang akrab disapa Dewi dan Putri, merupakan kembar siam berusia 12 tahun asal Garut, Jawa Barat, yang terus menginspirasi banyak pihak dengan semangat hidup mereka yang luar biasa. Terlahir dengan kondisi tubuh menyatu dari bagian perut hingga ke bawah, keduanya membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi dan menjalani kehidupan yang produktif.
Sejak lahir, Dewi dan Putri telah menjalani dua kali operasi besar. Operasi pertama bertujuan untuk pembuatan stoma atau lubang saluran pencernaan, sementara operasi kedua melibatkan amputasi kaki tambahan. Meskipun demikian, mereka divonis tidak dapat dipisahkan secara total karena hanya memiliki satu organ pencernaan, yaitu lambung, serta penyatuan hati. Kondisi xiphopagus atau omphalopagus, dempet di bagian perut, merupakan kasus yang sangat jarang terjadi dengan risiko pemisahan yang sangat tinggi jika organ vital dipakai bersama. Hal ini berarti Dewi dan Putri harus bergantian makan agar sistem pencernaan mereka dapat berfungsi dengan baik.
Di tengah tantangan medis yang mereka hadapi, Dewi dan Putri menjalani hidup layaknya anak-anak seusia mereka. Keduanya aktif bersekolah dan memiliki berbagai hobi, termasuk bermain badminton, bernyanyi, dan melukis. Mereka mengaku tidak ingin kondisi fisiknya membatasi semangat mereka untuk beraktivitas, mulai dari belajar di sekolah hingga bermain dengan teman sebaya. Sang ayah, Iwan (44), menuturkan bahwa kondisi medis putri kembarnya tidak menyurutkan semangat mereka.
Menariknya, meski selalu bersama, Dewi dan Putri memiliki cita-cita yang berbeda. Putri bercita-cita menjadi artis, sementara Dewi ingin menjadi ilmuwan untuk mempelajari luar angkasa. Mereka juga memiliki harapan mulia untuk memberangkatkan ayah mereka umroh dan berharap bisa berjalan kaki agar dapat membantu sang ayah. Ketabahan dan keceriaan mereka bahkan seringkali menjadi sumber semangat bagi ayah mereka sendiri.
Kisah Dewi dan Putri menjadi pengingat akan kekuatan semangat manusia dalam menghadapi keterbatasan. Mereka adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan dukungan, tidak ada batasan yang tak dapat diatasi, bahkan ketika tubuh menyatu. Semangat mereka memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang dan meraih impian, membuktikan bahwa keterbatasan hanyalah sebuah pandangan, bukan kenyataan yang menghalangi.