:strip_icc()/kly-media-production/medias/5391017/original/046244200_1761294836-The_minute_I_heard_my_first_love_story__I_started_looking_for_you__not_knowing_how_blind_that_wa.jpg)
Pengakuan Hamish Daud mengenai kebiasaan istrinya, Raisa Andriana, yang disebutnya lebih sering mencurahkan isi hati kepada puluhan ribu penonton konser daripada kepadanya, baru-baru ini kembali menjadi viral. Pernyataan yang diungkapkan Hamish Daud dalam sebuah wawancara viral tersebut mengemuka di tengah kabar gugatan cerai Raisa terhadap Hamish Daud yang didaftarkan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 22 Oktober 2025. Hamish Daud menggambarkan Raisa sebagai sosok yang introvert dan cenderung pendiam saat di rumah, berbanding terbalik dengan citranya yang percaya diri di atas panggung.
Fenomena ini memicu diskusi luas mengenai alasan di balik kecenderungan istri yang jarang berbagi cerita atau "curhat" kepada suami. Para ahli menjelaskan beberapa faktor psikologis yang melatarbelakangi hal tersebut:
Pertama, istri mungkin mengalami emosi yang terstimulasi berlebihan. Individu dengan sensitivitas emosional tinggi cenderung mudah merasa terluka atau takut ditolak, yang membuat mereka enggan untuk terbuka kepada pasangan.
Kedua, adanya timbal balik yang jauh dari keinginan istri saat bercerita. Istri mungkin merasa tidak didengarkan atau dihargai ketika mencoba menyampaikan perasaannya, yang pada akhirnya membuat komunikasi menjadi kurang efektif. Pembina pernikahan, Hannah Brook, menekankan pentingnya pasangan untuk saling memahami sensitivitas emosi masing-masing untuk memperbaiki hubungan.
Ketiga, perasaan istri yang cenderung sensitif membuat mereka peka terhadap reaksi suami. Mereka bisa dengan mudah merasakan kurangnya kepedulian atau empati yang diberikan oleh suami. Psikolog klinis dan hipnoterapis bersertifikasi, Liza Djaprie, menyatakan bahwa kenyamanan menjadi kunci utama bagi seseorang untuk berbagi cerita.
Keempat, minimnya kepedulian maupun empati yang diberikan oleh suami juga menjadi faktor utama. Ketika seorang istri merasa suaminya tidak menunjukkan ketertarikan atau perhatian saat ia bercerita, ia mungkin akan menarik diri dan memilih untuk diam. Ustadzah dr. Aisah Dahlan menjelaskan bahwa laki-laki cenderung berfokus pada satu hal dalam satu waktu dan seringkali memproses masalah di dalam pikiran mereka sendiri sebelum berbagi, berbeda dengan wanita yang mungkin hanya ingin didengar tanpa membutuhkan solusi langsung.
Kelima, ketakutan akan penilaian atau reaksi negatif dari suami. Istri mungkin khawatir cerita mereka akan dianggap sepele, dihakimi, atau bahkan memicu konflik baru. Hal ini membuat mereka memilih untuk menyimpan perasaan dan pikiran sendiri, mencari dukungan dari teman-teman, atau bahkan profesional seperti psikolog, terutama jika masalahnya rumit.
Dalam konteks kasus Raisa dan Hamish Daud, pengakuan viral Hamish menyoroti dinamika kompleks dalam komunikasi pernikahan. Penting bagi pasangan untuk membangun lingkungan yang aman dan saling mendukung agar masing-masing merasa nyaman untuk mengungkapkan perasaan, demi menjaga keharmonisan hubungan.