:strip_icc()/kly-media-production/medias/5409161/original/007476600_1762847399-robbie-4xlQ0LrcilQ-unsplash.jpg)
Sebuah tren kesehatan baru yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, "mandi gelap" atau dark showering, diklaim mampu menenangkan otak dan membantu tidur lebih nyenyak. Praktik ini melibatkan mandi di ruangan dengan pencahayaan redup atau bahkan tanpa lampu sama sekali, terutama di malam hari, untuk membantu tubuh dan pikiran rileks.
Konsep "mandi gelap" mengubah rutinitas membersihkan tubuh menjadi ritual transisi yang mindful dari keadaan terjaga menuju mode istirahat. Berkurangnya stimulasi visual ini dianggap sebagai pemicu penting. Dr. Daniel Amen, seorang psikiater dan pendiri Amen Clinics di California, menjelaskan bahwa cahaya memiliki pengaruh kuat pada otak. Cahaya terang, termasuk cahaya biru dari gawai, memberi sinyal pada tubuh untuk tetap terjaga dengan meningkatkan kortisol dan menurunkan melatonin. Sebaliknya, cahaya redup atau ketiadaan cahaya mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, menandakan rasa aman, serta memulai proses alami tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Manfaat utama dari "mandi gelap" adalah kemampuannya untuk mengurangi beban sensorik yang harus diproses oleh otak. Dengan lebih sedikit input visual, bagian otak yang bertanggung jawab atas rasa takut dan stres menerima lebih sedikit sinyal untuk diproses, sehingga menyebabkan pikiran lebih tenang, jernih, dan membumi. Psikolog klinis dan konselor kesehatan mental, Andini Rahma, juga menyoroti bahwa ketika pencahayaan di sekitar meredup, otak mulai memproduksi hormon melatonin yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur. Praktik ini juga membantu mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas serta durasi tidur. Michael J. Breus, PhD, yang dikenal sebagai The Sleep Doctor, menambahkan bahwa mandi air hangat sekitar 90 menit sebelum tidur dapat membantu meningkatkan dan kemudian menurunkan suhu inti tubuh, yang mendukung produksi melatonin.
Bagi mereka yang tertarik mencoba, praktisi menyarankan beberapa langkah. Pilih waktu mandi satu jam sebelum waktu tidur yang diinginkan. Gunakan cahaya sekitar yang redup, lampu berdaya rendah, atau lilin, dan hindari kegelapan total jika merasa tidak aman. Penting untuk menghindari penggunaan telepon genggam selama ritual ini. Sebaliknya, gunakan air hangat dan atur suhu ruangan antara 18-20°C yang sejuk. Penggunaan minyak aromaterapi seperti lavender atau kemenyan, serta musik yang tenang, sangat disarankan untuk meningkatkan relaksasi. Pusatkan perhatian pada sensasi air yang membasahi kulit, suara air, dan napas. Durasi mandi tidak perlu lama, cukup 15 hingga 20 menit sudah cukup untuk merasakan efek relaksasi.
Tren "mandi gelap" memiliki akar dari tradisi kesehatan kuno, seperti praktik Ayurveda di India di mana orang sering mandi menjelang senja dengan cahaya redup untuk mempersiapkan tubuh beristirahat, dan tradisi pemandian malam di Jepang dengan cahaya remang sebagai bagian dari gaya hidup untuk menjaga ketenangan diri.
Meskipun menawarkan banyak manfaat, para ahli mengingatkan bahwa "mandi gelap" bukanlah pengganti kebersihan tidur yang komprehensif atau perawatan kesehatan mental. Ini adalah metode pelengkap untuk mendukung relaksasi. Bagi individu yang merasa tidak nyaman dalam kegelapan atau memiliki riwayat trauma, depresi, atau disosiasi, disarankan untuk menggunakan lampu lembut daripada gelap total untuk memastikan suasana tetap aman dan nyaman. Sementara itu, untuk mandi di pagi hari, air dingin justru direkomendasikan untuk meningkatkan fokus dan vitalitas.