
Seorang ahli bedah vaskular di Inggris, Neil Hopper, 49 tahun, dijatuhi hukuman 32 bulan penjara setelah mengaku bersalah atas penipuan asuransi dan kepemilikan gambar pornografi ekstrem. Hopper, yang bekerja di Royal Cornwall Hospitals NHS Trust dari tahun 2013, dengan sengaja membekukan kedua kakinya dengan es kering pada April 2019, yang kemudian menyebabkan kakinya harus diamputasi. Motivasi di balik tindakan mutilasi diri ini adalah untuk memenuhi ketertarikan seksualnya terhadap amputasi.
Setelah amputasi, Hopper mengajukan klaim ke dua perusahaan asuransi, Aviva dan Old Mutual Health, dengan menyatakan bahwa cederanya disebabkan oleh sepsis atau infeksi serius, bukan cedera yang disengaja. Klaim palsu ini menghasilkan pembayaran sebesar £466.653,81, yang setara dengan sekitar $623.000 atau Rp 9,2 miliar. Jaksa Nicholas Lee menyebut tindakan Hopper sebagai hasil dari "keserakahan" dan kombinasi obsesi dengan penghilangan bagian tubuhnya sendiri serta minat seksual. Uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk membeli barang-barang mewah, termasuk sebuah karavan, bak mandi air panas, tungku pembakar kayu, dan biaya pekerjaan bangunan di rumahnya.
Selain dakwaan penipuan, Hopper juga mengaku bersalah atas tiga dakwaan kepemilikan gambar pornografi ekstrem. Gambar-gambar tersebut terkait dengan video-video dari situs web bernama "EunuchMaker," yang menampilkan mutilasi genital. Judge James Adkin menjatuhkan hukuman 32 bulan penjara kepada Hopper, yang harus menjalani 40 persen dari masa hukumannya di balik jeruji besi sebelum dapat mempertimbangkan pembebasan bersyarat. Hopper juga menjadi subjek Perintah Pencegahan Bahaya Seksual selama 10 tahun.
Terungkap di pengadilan bahwa Hopper telah lama memiliki ambisi untuk menjadi seorang tunadaksa dan memiliki minat seksual terhadap hal tersebut. Hopper diidentifikasi menyusul investigasi terhadap Marius Gustavson, pemimpin situs "EunuchMaker," yang sebelumnya telah dipenjara seumur hidup pada tahun 2024 karena mengelola jaringan modifikasi tubuh ekstrem. Meskipun ada kekhawatiran dari mantan pasien Hopper, Royal Cornwall Hospitals NHS Trust menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak terkait dengan perilaku profesional Hopper dan tidak ada bukti yang menunjukkan risiko terhadap pasien. Hopper telah diskors dari tugas pada Maret 2023 setelah penangkapan awalnya dan kemudian diskors dari daftar medis pada Desember 2023.