Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Maskapai Korea Selatan Pionir Wadah Makanan Penerbangan Berkelanjutan

2025-11-26 | 08:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T01:21:29Z
Ruang Iklan

Maskapai Korea Selatan Pionir Wadah Makanan Penerbangan Berkelanjutan

Maskapai penerbangan Korea Selatan tengah mengambil langkah signifikan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan, khususnya dalam layanan hidangan di pesawat. Korean Air, salah satu maskapai terbesar di negara tersebut, akan secara bertahap memperkenalkan wadah makanan yang terbuat dari pulp non-kayu mulai Desember 2025. Inisiatif ini diklaim sebagai investasi jangka panjang yang penting dalam perlindungan lingkungan dan operasi berkelanjutan.

Wadah makanan baru ini dibuat dari bahan-bahan berkelanjutan seperti jerami, tebu, dan bambu. Penggunaan bahan-bahan alami ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik secara drastis, sekaligus mendukung tujuan pengurangan karbon global. Korean Air memperkirakan bahwa transisi ke wadah makanan yang lebih ramah lingkungan ini akan mengurangi emisi karbon terkait hingga sekitar 60 persen.

Setelah peluncuran awal pada rute-rute tertentu pada Desember 2025, maskapai ini berencana untuk memperluas penggunaan wadah baru tersebut di seluruh jaringannya pada akhir tahun 2026. Wadah inovatif ini akan digunakan untuk hidangan utama, termasuk makanan Korea dan Barat, yang ditawarkan di kelas ekonomi. Selain menawarkan alternatif yang ramah lingkungan untuk produk plastik dan kertas tradisional, wadah berbahan pulp nabati ini juga diklaim memiliki ketahanan panas dan daya tahan yang kuat, memastikan bentuknya tetap terjaga meskipun terpapar suhu tinggi dalam jangka waktu lama.

Komitmen Korean Air terhadap keberlanjutan tidak hanya terbatas pada wadah makanan. Sebelumnya, maskapai ini telah mengganti peralatan makan plastik sekali pakai dengan alternatif bambu dan memperkenalkan serbet serat bambu yang tidak diputihkan pada tahun 2023. Maskapai ini juga secara aktif menjalankan program daur ulang, seperti mengubah seragam awak kabin yang sudah tidak terpakai menjadi kantong medis dan mendaur ulang selimut dalam pesawat.

Langkah ini sejalan dengan upaya lebih luas Korea Selatan dalam pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan. Negara ini telah mencapai tingkat daur ulang limbah makanan yang sangat tinggi, sekitar 97,5 persen pada tahun 2022, jauh melampaui negara-negara lain seperti Amerika Serikat. Keberhasilan ini didukung oleh kebijakan "pay as you trash" yang diperkenalkan pada tahun 2013, di mana individu dikenakan biaya berdasarkan volume sampah yang mereka buang, mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah dan meningkatkan daur ulang. Dedikasi Korean Air dalam mengadopsi solusi ramah lingkungan dalam penerbangan mencerminkan tren dekarbonisasi global dan komitmen negara terhadap perlindungan lingkungan.