Universitas Prasetiya Mulya melalui Tim Pengabdian Masyarakat (PkM) telah meluncurkan program untuk meningkatkan literasi lingkungan berbasis rumah tangga, berfokus pada pelatihan pemilahan sampah dan pembuatan eco-enzyme bagi ibu rumah tangga. Inisiatif ini dilaksanakan untuk menjawab tantangan besar Indonesia dalam pengelolaan sampah, di mana timbulan sampah nasional pada tahun 2023 mencapai 56,63 juta ton, namun baru sekitar 39,01% atau 22,09 juta ton yang berhasil dikelola secara layak. Sebagian besar sampah ini berasal dari aktivitas rumah tangga, dapur, pasar, serta konsumsi harian.
Program pemberdayaan yang dijalankan oleh Tim PkM Universitas Prasetiya Mulya, yang terdiri dari B. Realino Yudianto, Antonius Puspo Kuntjoro, Dwining Putri Elfriede, dan Maria Zefanya Sampe, berlokasi di Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, pada tanggal 31 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta, yang mayoritas merupakan anggota PKK, menunjukkan pendekatan berbasis perempuan yang diharapkan dapat memberikan dampak berantai dalam komunitas.
Desa Pakuon menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah organik, di mana warga cenderung menimbun, membakar, atau membuang sampah ke selokan karena ketiadaan sistem pengangkutan dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Praktik-praktik ini memicu pencemaran udara, penyumbatan saluran air, serta risiko kesehatan. Menanggapi masalah ini, tim memperkenalkan eco-enzyme sebagai solusi rumah tangga yang murah, praktis, dan mudah direplikasi untuk mengolah sampah dapur. Eco-enzyme dibuat melalui proses fermentasi anaerob limbah dapur organik seperti kulit buah dan sayuran, menggunakan gula sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbulan sampah organik di tingkat rumah tangga, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan ekologis secara berkelanjutan di masyarakat. Universitas Prasetiya Mulya secara rutin mengadakan program Community Development (Comdev) sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yang berupaya menumbuhkan kesadaran sosial dan empati mahasiswa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kapasitas manajerial dan inovasi. Program PkM ini sejalan dengan komitmen universitas untuk memberikan layanan berkelanjutan bagi kegiatan kewirausahaan masyarakat dan mendidik mahasiswanya menjadi wirausahawan yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Upaya peningkatan literasi lingkungan berbasis komunitas, terutama di tingkat rumah tangga, sangat krusial mengingat data menunjukkan bahwa banyak rumah tangga belum memilah sampah mereka karena merasa tidak ingin direpotkan. Melalui edukasi dan praktik langsung seperti pembuatan eco-enzyme, diharapkan kesadaran dan tindakan masyarakat dalam mengelola sampah dapur dapat meningkat, berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan kesehatan komunitas.