Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

RS Apung Kaltim: Harapan Baru Ribuan Warga Pedalaman dan Kunci Percepatan Eliminasi TBC 2030

2025-11-28 | 16:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T09:12:52Z
Ruang Iklan

RS Apung Kaltim: Harapan Baru Ribuan Warga Pedalaman dan Kunci Percepatan Eliminasi TBC 2030

Sebuah rumah sakit apung telah berlabuh di perairan Kalimantan Timur (Kaltim), membawa layanan medis esensial bagi ribuan warga di wilayah pedalaman dan terpencil, sekaligus memperkuat misi pemerintah untuk mencapai eliminasi Tuberkulosis (TBC) pada tahun 2030. Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan III, yang dioperasikan oleh Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), memulai pelayarannya dari Jakarta pada 19 September 2025 dan tiba di Kaltim pada 4 Oktober 2025, untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan di darat.

Selama periode 18 Oktober hingga 18 November 2025, rumah sakit apung ini melayani 3.920 penerima manfaat di tiga kecamatan, yaitu Muara Pahu, Muara Kaman, dan Muara Ancalong. Misi kemanusiaan ini tidak hanya berfokus pada pelayanan langsung, tetapi juga berupaya memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap mendapatkan hak dasar mereka dalam kesehatan. Layanan medis yang disediakan sangat beragam, mencakup poli umum, kandungan, gigi, penyakit dalam, hingga bedah minor seperti sunat, pengangkatan benjolan, dan hernia. Kapal ini dilengkapi fasilitas elektrokardiogram (EKG), ultrasonografi (USG), laboratorium, kamar operasi, ruang resusitasi, dan ruang pemeriksaan pasien, setara dengan rumah sakit darat Tipe D. Tim medis terdiri dari 25 hingga 31 tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis gigi, bedah, dan kandungan.

Kehadiran rumah sakit apung ini juga merupakan bagian integral dari upaya lintas sektor yang tengah digencarkan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030. Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia untuk estimasi kasus dan kematian akibat TBC setelah India. Pada tahun 2022, Indonesia menyumbang sekitar 10% penderita TBC global, dengan 1.060.000 kasus dari 10.600.000 kasus di seluruh dunia.

Pemerintah Indonesia, melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021, telah berkomitmen untuk menanggulangi TBC dan menargetkan eliminasi pada tahun 2030. Di Kaltim sendiri, target penurunan prevalensi TBC hingga 50 persen pada tahun 2030 merupakan prioritas utama, mengingat tingginya angka kematian akibat TBC di wilayah tersebut, dengan hampir 300 kematian tercatat hingga Oktober 2025 dan 454 kematian pada tahun 2024. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menekankan pentingnya sinergi kuat dari seluruh sektor dalam eliminasi TBC, dan bahwa pengendalian TBC merupakan bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto.

Pemprov Kaltim telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan dan Eliminasi TBC yang melibatkan seluruh perangkat daerah, lintas sektor pemerintah maupun non-pemerintah, serta sektor kesehatan dan non-kesehatan. Selain itu, Peraturan Gubernur Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Tuberkulosis juga telah diberlakukan untuk mengefektifkan upaya ini. Kolaborasi dengan organisasi seperti PT Tanur Jaya dari Bayan Group turut mendukung operasional pelayanan kesehatan gratis, khususnya di wilayah lingkar tambang.

Layanan kesehatan yang komprehensif dari rumah sakit apung ini, termasuk promosi dan edukasi kesehatan, secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang hidup sehat, nutrisi, dan pencegahan penyakit menular seperti TBC. Hal ini memperkuat fondasi kesehatan dan kebugaran masyarakat pedalaman, yang merupakan kunci untuk mencapai tujuan eliminasi TBC 2030 dan memastikan hak kesehatan yang setara bagi seluruh warga tanpa memandang lokasi tempat tinggal mereka.