:strip_icc()/kly-media-production/medias/4759710/original/037673200_1709385809-Ilustrasi_latihan_olahraga__senam__leg_raises.jpg)
Badan pegal dan nyeri setelah berolahraga adalah pengalaman umum yang seringkali memicu kekhawatiran, namun kondisi ini umumnya dikenal sebagai Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) dan bukanlah cedera serius. DOMS adalah nyeri otot yang biasanya muncul 12 hingga 24 jam setelah sesi olahraga, terutama jika melibatkan gerakan baru atau intensitas yang belum terbiasa dilakukan tubuh. Rasa nyeri ini dapat mencapai puncaknya antara 24 hingga 72 jam setelah latihan dan biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 5 hari, tergantung pada tingkat keparahan dan kondisi tubuh individu.
Penyebab utama DOMS adalah adanya robekan mikroskopis pada serat otot dan jaringan penyambung di sekitarnya yang terjadi akibat aktivitas fisik intens. Tubuh kemudian merespons kerusakan ini dengan meningkatkan peradangan, yang menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan. Gerakan eksentrik, yaitu gerakan yang membuat otot memanjang saat berkontraksi seperti berlari menuruni bukit atau menurunkan beban saat bicep curl, seringkali menjadi pemicu DOMS yang kuat. Penting untuk dicatat bahwa DOMS tidak disebabkan oleh penumpukan asam laktat, melainkan oleh kerusakan mikroskopis pada serat otot dan respons inflamasi tubuh. Asam laktat justru berkaitan erat dengan nyeri otot akut yang muncul sesaat setelah berolahraga.
Gejala DOMS meliputi nyeri otot yang terlokalisasi pada otot yang dilatih, otot terasa kaku dan sulit digerakkan, pembengkakan pada otot yang terdampak, otot terasa lembut saat disentuh, serta berkurangnya kekuatan otot sementara. Meskipun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, DOMS merupakan proses alami yang menandakan bahwa otot sedang beradaptasi dan membangun kekuatan.
Untuk mengatasi DOMS dan mengurangi ketidaknyamanan, beberapa strategi dapat diterapkan. Tetap aktif dengan gerakan ringan setelah berolahraga, seperti jalan di tempat, lari-lari kecil, atau renang singkat, dapat membantu meningkatkan aliran darah dan mengurangi peradangan. Pijatan lembut pada otot yang nyeri juga terbukti efektif untuk mengurangi nyeri, pembengkakan, dan respons peradangan. Berendam atau mandi air hangat dapat melemaskan otot serta mengurangi rasa nyeri dan kaku, sementara kompres dingin juga efektif untuk meredakan nyeri. Penggunaan salep pereda nyeri berbahan mentol, metil salisilat, atau capsaicin juga bisa membantu. Istirahat yang cukup juga krusial untuk pemulihan otot. Konsumsi makanan kaya protein dan omega-3 yang bersifat anti-peradangan seperti ikan teri, lele, salmon, atau sarden juga dapat membantu mengurangi nyeri.
Mencegah DOMS tidak berarti menghindari olahraga sama sekali. Beberapa langkah dapat diambil untuk meminimalkan risiko dan tingkat keparahan DOMS. Lakukan pemanasan yang cukup sebelum berolahraga untuk mempersiapkan otot dan pendinginan setelahnya untuk membantu otot kembali rileks. Tingkatkan intensitas olahraga secara bertahap, terutama jika memulai program baru atau kembali aktif setelah lama tidak berolahraga. Pastikan teknik olahraga yang dilakukan benar untuk mengurangi risiko cedera. Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik selama dan setelah berolahraga juga penting untuk pemulihan.
DOMS umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Namun, konsultasikan dengan dokter jika nyeri sangat parah dan tidak membaik setelah beberapa hari (lebih dari 7 hari), terjadi pembengkakan signifikan atau perubahan warna pada area yang nyeri, mengalami demam atau gejala infeksi lain, atau nyeri disertai mati rasa atau kesemutan.