Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ancaman 'Text Neck': Remaja 19 Tahun Lumpuh Akibat Kecanduan Main HP

2025-12-16 | 11:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-16T04:45:04Z
Ruang Iklan

Ancaman 'Text Neck': Remaja 19 Tahun Lumpuh Akibat Kecanduan Main HP

Seorang mahasiswa berusia 19 tahun di Quanzhou, China, bernama Xiao Dong, mengalami kelumpuhan mendadak pada bagian bawah tubuhnya setelah kebiasaan menunduk terlalu lama saat menggunakan ponsel untuk bermain game dan media sosial. Kondisi Xiao diperparah oleh pekerjaannya selama libur musim panas sebagai pencuci piring dan pembersih meja, yang membuatnya semakin sering menunduk.

Xiao awalnya merasakan mati rasa di leher, lengan, dan kakinya. Namun, pada akhir Juli 2025, ia terbangun tanpa bisa merasakan atau menggerakkan kakinya dari dada ke bawah. Ia segera dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya gumpalan darah besar di tulang belakang lehernya, tepatnya pada segmen C4-T1. Gumpalan darah tersebut menekan sumsum tulang belakang, yang kemudian memicu hematoma dan menyebabkan kelumpuhan akut. Dokter menjelaskan bahwa posisi kepala yang menunduk dalam waktu lama telah merobek pembuluh darah abnormal di saluran tulang belakang Xiao.

Beruntung, Xiao segera menjalani operasi darurat untuk mengangkat gumpalan darah tersebut. Tindakan cepat tim medis berhasil mencegah kelumpuhan permanen, dan Xiao saat ini dilaporkan telah pulih sepenuhnya serta dapat kembali menggunakan anggota tubuhnya.

Kasus Xiao Dong menjadi peringatan serius dari para ahli medis. Terlalu lama menundukkan kepala dapat menghambat sirkulasi darah. Jika aliran darah tidak lancar, gejala seperti sakit kepala, pusing, kelelahan berkepanjangan, serta rasa baal di bahu, leher, dan lengan dapat muncul. Dalam kasus ekstrem, kongesti kronis seperti ini dapat memengaruhi struktur pembuluh darah dan sistem saraf pusat, dengan konsekuensi serius seperti infark otak atau hemiplegia (kelumpuhan separuh tubuh).

Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menyebabkan dampak negatif lainnya pada tulang belakang, termasuk postur tubuh yang buruk atau "text neck". Kondisi ini menempatkan tekanan ekstra pada tulang belakang leher dan dapat menyebabkan ketegangan otot, sakit kepala, nyeri leher, serta kelainan tulang belakang seperti kifosis (punggung bungkuk berlebihan) dan skoliosis. Tekanan berlebih akibat postur yang buruk juga bisa mengakibatkan iritasi atau kompresi saraf, menyebabkan mati rasa, kesemutan, atau kelemahan otot di tangan dan kaki. Bahkan, dapat mempercepat degenerasi tulang belakang dini dan meningkatkan risiko masalah seperti hernia nukleus pulposus.