:strip_icc()/kly-media-production/medias/5032747/original/052016400_1733183697-fotor-ai-2024120363956.jpg)
Buccal face lift atau pijat bukal adalah metode pijat wajah yang semakin populer karena klaimnya mampu mengaktifkan otot wajah dan membantu mencegah penuaan dini secara alami. Teknik ini melibatkan pijatan pada area pipi dari bagian dalam mulut, berbeda dengan pijatan wajah tradisional yang hanya berfokus pada lapisan permukaan kulit.
Pijat bukal, juga dikenal sebagai pijat intraoral, menargetkan otot dan ligamen di bantalan lemak bukal (antara pipi dan rahang bawah) untuk mengencangkan dan membentuk area tersebut. Praktisi akan menggunakan sarung tangan bersih untuk memijat bagian dalam dan luar mulut secara bersamaan, mengakses otot-otot wajah yang sulit dijangkau. Pendekatan "dari dalam ke luar" ini memungkinkan pelepasan ketegangan yang lebih dalam dan efek pahatan yang lebih besar.
Manfaat utama dari pijat bukal meliputi peningkatan sirkulasi darah, pengurangan bengkak karena drainase limfatik, kulit lebih kencang di area wajah bagian bawah, dan penampilan yang lebih segar. Ini sering disebut sebagai "face lift non-bedah" karena memberikan efek pengangkatan yang serupa tanpa perlu waktu pemulihan atau sayatan. Dengan menargetkan otot-otot di sekitar mulut, pijat bukal juga dapat secara alami mengangkat sudut bibir dan meningkatkan volume bibir.
Seiring bertambahnya usia, otot-otot wajah dapat kehilangan kekencangan atau mengalami ketegangan berlebihan. Pijat bukal membantu mengendurkan otot-otot yang tegang dan mengencangkan otot-otot yang lemah atau kendur. Teknik ini juga merangsang produksi kolagen dan elastin, yang penting untuk kekencangan dan elastisitas kulit. Peningkatan sirkulasi darah juga membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke kulit, menghasilkan kulit yang lebih cerah dan bercahaya.
Selain manfaat estetika, pijat bukal juga efektif untuk meredakan ketegangan rahang, nyeri sendi temporomandibular (TMJ), dan bruxism (kebiasaan menggemeretakkan gigi). Pijatan ini membantu merelaksasi otot-otot pengunyah yang seringkali menegang karena stres, mengurangi ketidaknyamanan. Beberapa klaim menunjukkan bahwa pijatan ini juga dapat membantu mengurangi sakit kepala dan migrain yang disebabkan oleh ketegangan rahang.
Meskipun banyak manfaat yang dilaporkan, penting untuk memilih praktisi yang berpengalaman dan bersertifikat. Praktisi yang tidak terampil tanpa pengetahuan anatomi wajah dapat menyebabkan iritasi, peradangan, dan infeksi di dalam mulut pasien. Pijat bukal tidak disarankan untuk pasien yang baru menjalani suntikan Botox atau filler dalam dua minggu terakhir, atau mereka yang memiliki infeksi kulit, eksim, psoriasis, luka di mulut, atau riwayat gigi baru-baru ini. Wanita hamil juga disarankan untuk menghindari perawatan ini.
Beberapa ahli juga menyarankan bahwa meskipun pijat bukal memberikan hasil yang terlihat, penelitian ilmiah yang ketat masih terbatas untuk membuktikan efek jangka panjang atau pengangkatan kontur wajah yang permanen. Namun, bagi banyak orang, pijat bukal menawarkan alternatif alami dan non-invasif untuk perawatan anti-penuaan yang lebih agresif, dengan potensi untuk meningkatkan kesehatan dan penampilan kulit wajah secara keseluruhan. Untuk hasil terbaik, serangkaian perawatan mingguan, diikuti dengan sesi pemeliharaan bulanan, seringkali direkomendasikan.