:strip_icc()/kly-media-production/medias/5435299/original/028719600_1765017420-1001347940.png)
Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 5 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WITA. Peristiwa tragis ini menghanguskan 28 rumah adat yang menjadi simbol budaya penting masyarakat Lamboya. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah adat hangus total dan dua lainnya mengalami kerusakan sebagian. Satu rumah adat bahkan sengaja dibongkar untuk mencegah api merembet lebih jauh.
Insiden ini menyebabkan 161 jiwa dari 42 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke rumah-rumah tetangga yang tidak terdampak. Sumber lain menyebutkan 139 jiwa terdampak. Material bangunan tradisional seperti alang, kayu, dan bambu, diperparah oleh tiupan angin kencang dari perbukitan, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Warga berhamburan menyelamatkan diri sambil membawa anak-anak dan barang seadanya.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian material diperkirakan sangat besar. Dampak psikologis terutama dirasakan oleh anak-anak yang menjadi bagian dari ratusan warga terdampak. Mereka kini menghadapi trauma mendalam akibat kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga, termasuk perlengkapan sekolah yang ludes terbakar. Kondisi ini mengharuskan mereka beradaptasi dengan situasi darurat, bahkan beberapa tenda darurat telah didirikan untuk menampung mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat segera bergerak cepat dengan menurunkan personel ke lokasi kejadian. Bantuan darurat berupa makanan, minuman, dan kebutuhan pokok telah didistribusikan kepada para korban. Penanganan medis dan distribusi obat-obatan juga ditangani oleh Rumah Sakit Pratama (RSP) Hobakalla.
Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat, Antonius Kabba, menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Barat dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait proses pembangunan kembali rumah-rumah adat yang terbakar. Kampung Adat Waru Wora adalah situs budaya penting dan sebelumnya direncanakan untuk didaftarkan dalam Wonderful Indonesia Awards 2026. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumba Barat, Semuel Dato Mesa, memastikan bahwa insiden ini tidak akan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Sumba Barat dan pihaknya akan melakukan pembersihan, pendataan, serta penataan kembali artefak budaya yang berhasil diselamatkan. Sementara pemerintah masih fokus pada pemulihan awal dan pelayanan medis dalam 72 jam pertama pasca-kejadian. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan kerugian yang dialami warga.