
Seorang pemuda berusia 21 tahun mengalami gagal jantung dan ginjal setelah dua tahun rutin mengonsumsi empat kaleng minuman energi setiap hari. Kasus ini menjadi peringatan serius akan bahaya konsumsi berlebihan minuman energi, terutama di kalangan usia muda.
Menurut laporan medis, pemuda tersebut dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala seperti sesak napas yang semakin parah selama empat bulan, kesulitan bernapas saat berbaring, penurunan berat badan, gemetar, dan masalah pencernaan yang parah. Kondisi ini bahkan membuatnya harus menghentikan studinya.
Ahli medis dari Rumah Sakit St Thomas di London, Inggris, mengungkapkan bahwa pasien mengonsumsi sekitar 640 mg kafein setiap hari, jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan Food and Drug Administration (FDA) yaitu 400 mg kafein per hari. Kandungan kafein yang tinggi dalam minuman energi dapat memicu gangguan irama jantung yang berujung pada gagal jantung jika tidak segera ditangani.
Meskipun akhirnya sembuh, pasien yang identitasnya tidak diungkapkan ini menghabiskan 58 hari di rumah sakit dan fungsi jantungnya membaik secara signifikan setelah berhenti total mengonsumsi minuman energi. Namun, ia kemungkinan akan membutuhkan transplantasi ginjal di masa depan.
Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr. Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM, menegaskan bahwa konsumsi minuman energi secara berlebihan bisa menjadi "bom waktu" bagi kesehatan jantung, terutama pada anak muda. Kasus gagal jantung akibat minuman energi bukanlah hal baru dan telah dilaporkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia juga menyerukan agar produsen minuman energi mencantumkan peringatan yang lebih jelas pada label produk mengenai potensi bahaya bagi jantung bila dikonsumsi berlebihan.
Penyakit jantung, termasuk gagal jantung, kini tidak lagi hanya mengintai usia lanjut. Pola hidup modern, seperti konsumsi minuman energi berlebihan, kebiasaan begadang, dan kurang berolahraga, membuat generasi muda semakin rentan mengalami gangguan jantung. Minuman energi sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan dan dapat memicu aritmia jantung pada pasien dengan penyakit jantung genetik. Selain minuman energi, faktor risiko gagal jantung di usia muda lainnya meliputi hipertensi tidak terkontrol, kardiomiopati dilatasi, penyakit jantung bawaan, masalah katup jantung, obesitas, diabetes, dan kebiasaan merokok.