Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Golongan Darah Penentu Risiko Stroke: Pahami Mengapa Jenis Ini Lebih Rentan

2025-12-12 | 20:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-12T13:06:27Z
Ruang Iklan

Golongan Darah Penentu Risiko Stroke: Pahami Mengapa Jenis Ini Lebih Rentan

Sebuah penelitian komprehensif terbaru telah mengidentifikasi golongan darah tertentu yang mungkin memiliki risiko lebih tinggi terhadap stroke dini, yaitu stroke yang terjadi sebelum usia 60 tahun. Studi global yang melibatkan analisis data genetik dari ribuan individu ini menyoroti golongan darah A sebagai yang paling berisiko, sementara golongan darah O dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.

Penelitian skala besar yang dilakukan pada tahun 2022 dan dipublikasikan dalam jurnal Neurology menganalisis data dari 48 studi genetik. Studi ini melibatkan sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang sehat yang berusia antara 18 hingga 59 tahun. Para peneliti dari University of Maryland (UMD) menemukan bahwa individu dengan golongan darah A memiliki kemungkinan 16 persen lebih tinggi untuk mengalami stroke iskemik dini, jenis stroke yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otak. Sebaliknya, orang dengan golongan darah O memiliki risiko 12 persen lebih rendah untuk terkena stroke dini dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Beberapa studi juga mengindikasikan golongan darah B memiliki sedikit peningkatan risiko, sekitar 11 persen lebih tinggi dibandingkan golongan darah O, dan golongan darah AB memiliki risiko 26% lebih tinggi dibandingkan golongan darah O.

Dr. Steven J. Kittner, seorang ahli saraf vaskular dan peneliti utama dari UMD Medical Center, menjelaskan bahwa meskipun penyebab pasti di balik hubungan ini belum sepenuhnya dipahami, ada kemungkinan besar kaitannya dengan faktor pembekuan darah. Ini mungkin melibatkan trombosit, sel-sel yang melapisi pembuluh darah, dan protein sirkulasi lainnya yang semuanya berperan dalam proses pembentukan bekuan darah. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah A mungkin lebih rentan mengalami bekuan darah di kaki, yang dikenal sebagai trombosis vena dalam. Stroke pada usia muda cenderung tidak disebabkan oleh penumpukan lemak di arteri (aterosklerosis) tetapi lebih mungkin oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan pembentukan bekuan darah.

Meskipun temuan ini memberikan wawasan baru, para ahli menekankan bahwa peningkatan risiko stroke pada orang dengan golongan darah A ini tergolong kecil dan tidak perlu menimbulkan kepanikan berlebihan. Golongan darah hanyalah salah satu dari banyak faktor risiko yang berperan dalam perkembangan stroke. Faktor-faktor risiko utama lainnya yang lebih signifikan, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan yang buruk, dan kurangnya aktivitas fisik, tetap menjadi pemicu utama stroke.

Jumlah penderita stroke dini terus meningkat, dan dampaknya bisa sangat serius, berpotensi menyebabkan kecacatan jangka panjang atau bahkan kematian akibat komplikasi yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, para peneliti menyerukan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi mekanisme spesifik yang menghubungkan golongan darah dengan peningkatan risiko stroke dini, serta untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih baik, terutama bagi orang dewasa muda. Dr. Mark T. Gladwin dari UMD Baltimore menegaskan bahwa temuan ini menjadi pengingat penting akan kebutuhan mendesak untuk menemukan cara baru guna mencegah kejadian yang berpotensi merusak ini pada orang dewasa muda. Menjaga gaya hidup sehat, seperti berolahraga teratur, menjaga pola makan seimbang, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol, tetap menjadi langkah pencegahan stroke yang paling efektif untuk semua golongan darah.