Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Koki AI Pertama Dunia di Dubai Racik Tartare Dinosaurus

2025-12-03 | 00:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T17:41:22Z
Ruang Iklan

Koki AI Pertama Dunia di Dubai Racik Tartare Dinosaurus

Dunia kuliner kembali dikejutkan dengan inovasi mutakhir dari Dubai, yang baru-baru ini memperkenalkan "koki AI" pertama di dunia di restoran Woohoo. Program kecerdasan buatan bernama Chef Aiman ini bertanggung jawab atas kreasi menu yang unik, termasuk hidangan kontroversial "tartare dinosaurus" yang tengah menarik perhatian global.

Chef Aiman, sebuah sistem AI yang dikembangkan oleh UMAI, dirancang untuk menjadi otak di balik dapur modern. AI ini dilatih menggunakan ribuan resep, riset gastronomi selama puluhan tahun, dan data ilmu pangan, memungkinkannya menciptakan kombinasi rasa baru serta mengoptimalkan menu dan menyeimbangkan cita rasa. Restoran Woohoo, yang dibuka pada September 2025 di Downtown Dubai, memposisikan dirinya sebagai gambaran masa depan gastronomi, di mana kolaborasi antara kecerdasan buatan dan sentuhan manusia menjadi inti pengalaman bersantap.

Salah satu kreasi paling mencolok dari Chef Aiman adalah "tartare dinosaurus", hidangan yang diklaim mampu menciptakan kembali rasa reptil yang telah punah. Restoran tersebut menyatakan bahwa resepnya dikembangkan melalui pemetaan DNA dan melibatkan daging rusa, disajikan di atas piring berdenyut yang menambah elemen teatrikal pada pengalaman makan. Hidangan ini dihargai sekitar €50 (sekitar $58) dan digambarkan memiliki rasa perpaduan daging mentah. Meskipun resep pastinya dirahasiakan, hidangan ini telah memicu perdebatan sengit antara antusiasme inovasi dan skeptisisme dari koki tradisional.

Meskipun Chef Aiman merancang dan mengembangkan resep, persiapan dan penyajian makanan yang sebenarnya masih ditangani oleh koki manusia. Koki manusia, seperti Serhat Karanfil, bekerja sama dengan AI untuk menyempurnakan hidangan. Co-founder Woohoo, Ahmet Oytun Cakir, berharap Chef Aiman suatu hari nanti bisa menjadi "Gordon Ramsay versi AI". Namun, tidak semua orang yakin dengan peran AI di dapur. Koki bintang Michelin, Mohamad Orfali, misalnya, menegaskan bahwa memasak membutuhkan "nafas"—sentuhan jiwa dan kreativitas pribadi seorang koki—sesuatu yang menurutnya tidak dimiliki AI karena kurangnya perasaan dan memori.

Inisiatif di Dubai ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam industri kuliner, di mana AI mulai digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari optimalisasi menu dan manajemen inventaris hingga personalisasi hidangan dan menciptakan kombinasi rasa yang tak terduga. Para pendukung melihat AI sebagai alat kolaboratif yang dapat meningkatkan kreativitas koki manusia dan mendorong batas-batas inovasi kuliner, sementara para kritikus khawatir akan hilangnya sentuhan pribadi dan esensi seni memasak. Terlepas dari perdebatan, kehadiran Chef Aiman dan hidangan "tartare dinosaurus" di Dubai menunjukkan bahwa masa depan kuliner mungkin akan semakin terjalin erat dengan teknologi canggih.