Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Misteri Terpecahkan: Kebiasaan Pagi Ini Pemicu Serangan Jantung Tak Terduga

2025-12-19 | 17:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-19T10:01:20Z
Ruang Iklan

Misteri Terpecahkan: Kebiasaan Pagi Ini Pemicu Serangan Jantung Tak Terduga

Kasus serangan jantung kerap melonjak pada pagi hari, sebuah fenomena yang para ahli sebut sebagai "Morning Surge" atau lonjakan tekanan darah pagi hari. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa salah satu kebiasaan bangun tidur dapat secara signifikan memicu risiko ini, yaitu bangun mendadak akibat alarm yang tiba-tiba. Kebiasaan ini dapat memberi tekanan ekstra pada jantung yang rentan.

Morning surge adalah lonjakan tekanan darah yang terjadi secara alami dalam beberapa jam pertama setelah seseorang bangun tidur, dipengaruhi oleh ritme biologis harian tubuh atau ritme sirkadian. Dalam rentang waktu antara pukul 06.00 hingga 12.00, risiko kejadian kardiovaskular serius seperti serangan jantung, stroke, aritmia, hingga kematian jantung mendadak cenderung meningkat. Ironisnya, saat tubuh baru memulai hari dan tampak paling segar, justru saat itulah jantung bekerja paling keras dan paling rentan terhadap gangguan.

Saat seseorang terbangun di pagi hari, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol, adrenalin, dan noradrenalin dalam jumlah tinggi. Hormon-hormon ini secara fisiologis menyebabkan penyempitan pembuluh darah, peningkatan denyut jantung, dan peningkatan tekanan darah, memberikan beban ekstra pada jantung. Bersamaan dengan itu, darah cenderung menjadi lebih kental akibat dehidrasi ringan setelah tidur semalaman. Aktivitas trombosit juga meningkat, membuatnya lebih mudah menggumpal, dan kadar protein PAI-1 (plasminogen activator inhibitor-1) yang mencegah pemecahan bekuan darah juga meningkat. Semua faktor ini meningkatkan kecenderungan pembentukan bekuan darah yang dapat menyumbat arteri koroner dan memicu serangan jantung akut.

Kebiasaan bangun mendadak karena alarm dapat memperparah kondisi ini. Studi dari jurnal Heart & Lung menemukan bahwa orang yang bangun karena alarm mengalami kenaikan tekanan darah pagi hingga 74 persen dibandingkan dengan mereka yang bangun secara alami. Lonjakan tekanan darah yang tiba-tiba ini, ditambah dengan perubahan fisiologis di pagi hari, meningkatkan risiko pecahnya plak kolesterol yang tidak stabil di pembuluh darah jantung dan pembentukan trombus yang menyumbat aliran darah ke otot jantung. Sebuah studi dari Harvard Medical School bahkan menunjukkan bahwa serangan jantung yang terjadi di pagi hari dikaitkan dengan 20 persen lebih banyak kerusakan jaringan jantung yang mati.

Selain bangun mendadak, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung di pagi hari meliputi: kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk seperti sleep apnea dan insomnia yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan jantung, serta dehidrasi ringan. Individu dengan riwayat tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan faktor risiko lain seperti aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) sangat rentan terhadap fenomena morning surge.

Untuk mengurangi risiko serangan jantung di pagi hari, para ahli menyarankan beberapa langkah pencegahan. Penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dengan berolahraga secara rutin dan teratur, menjalani pola makan sehat yang rendah lemak jenuh, tinggi serat, dan kaya antioksidan, serta menghindari dan mengelola stres. Selain itu, berhenti merokok dan mengawasi tekanan darah, kolesterol, dan gula darah melalui pemeriksaan rutin sangat krusial. Mengembangkan kebiasaan bangun tidur yang lebih tenang dan bertahap, misalnya dengan menunda bangun langsung setelah alarm berbunyi atau memposisikan alarm jauh dari jangkauan agar tubuh dipaksa bergerak perlahan, juga dapat membantu. Memastikan tidur yang cukup berkualitas antara 7 hingga 8 jam setiap malam juga direkomendasikan. Jika mengalami gejala seperti nyeri dada yang menjalar, sesak napas tiba-tiba, keringat dingin, atau jantung berdebar hebat, terutama setelah bangun tidur, segera cari pertolongan medis.