:strip_icc()/kly-media-production/medias/5149557/original/032636000_1740992613-non-explicit-image-child-abuse.jpg)
Pakar kesehatan mental menyarankan agar individu tidak terburu-buru untuk bangkit setelah mengalami kegagalan, melainkan mengambil waktu untuk memproses emosi dan belajar dari pengalaman tersebut. Pendekatan ini dinilai lebih sehat dan berkelanjutan untuk membangun ketahanan mental.
Dokter spesialis kesehatan jiwa, dr. Hilda Marsela, Sp.KJ, menjelaskan bahwa banyak orang seringkali memaksa diri untuk cepat 'move on' atau mengatasi perasaan negatif setelah kegagalan. Padahal, langkah awal yang sehat adalah mengakui dan membiarkan diri merasakan emosi yang muncul, baik itu marah, sedih, atau kecewa. Menekan emosi hanya akan memperpanjang luka batin.
Psikologi kegagalan memandang kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh. Menerima kegagalan bukan berarti menyerah, melainkan kemampuan untuk menilai kembali apa yang bisa diubah dan apa yang tidak. Setelah mengakui perasaan, penting untuk mengubah sudut pandang terhadap kegagalan. Hal ini melibatkan refleksi jujur mengenai pengalaman, mengidentifikasi penyebab kegagalan, dan mengambil pelajaran berharga darinya.
Beberapa cara sehat untuk menghadapi kegagalan meliputi:
* Mengakui dan Menerima Perasaan: Biarkan diri Anda merasakan emosi negatif seperti malu, cemas, marah, atau sedih tanpa berusaha menghilangkannya secara paksa. Ini adalah bagian penting dari proses penyembuhan emosional.
* Mengubah Sudut Pandang: Setelah perasaan diakui, cobalah melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh, bukan sebagai bukti ketidakmampuan.
* Menghadapi Kenyataan: Pahami bahwa kegagalan adalah bagian alami dari kehidupan dan setiap orang pernah mengalaminya. Fokus pada apa yang bisa dikendalikan, seperti sikap dan cara berpikir.
* Hindari Overthinking dan Pikiran Negatif: Terlalu banyak memikirkan kegagalan atau terjebak dalam pikiran negatif dapat memperburuk keadaan. Alihkan fokus pada solusi dan langkah perbaikan.
* Terapkan Cara Sehat untuk Mengatasi Rasa Sakit: Lakukan aktivitas yang mendukung kesehatan mental seperti berbicara dengan teman, latihan pernapasan, berendam, berjalan-jalan, atau bermain dengan hewan peliharaan. Menjaga kesehatan fisik melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan tidur cukup juga sangat penting.
* Bangun Kepercayaan Diri Secara Bertahap: Mulailah dengan janji-janji kecil pada diri sendiri dan tepati. Kepercayaan diri tumbuh dari bukti nyata kemampuan diri.
* Cari Dukungan: Jangan ragu mencari bantuan dari orang terpercaya, seperti keluarga, teman, atau profesional seperti psikolog atau psikiater, jika merasa sangat terbebani.
Penerimaan bukan berarti pasrah, melainkan memungkinkan seseorang untuk tetap berjuang sambil memaknai kehidupan, fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan dan melepaskan yang tidak bisa. Mengubah kegagalan menjadi kesempatan belajar membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan komitmen untuk terus belajar dan berkembang.