:strip_icc()/kly-media-production/medias/5443794/original/056955400_1765732110-WhatsApp_Image_2025-12-15_at_00.02.34.jpeg)
TANGERANG – Sebuah pendekatan inovatif dalam nutrisi pasien kanker telah diperkenalkan baru-baru ini di Mandaya Royal Hospital Puri, Kota Tangerang. Chef Esach, seorang finalis MasterChef Season 2 yang juga penyintas kanker kelenjar getah bening, pada 14 Desember 2025 meluncurkan kreasi "Sepiring Harapan", menampilkan sate saikoro dan ayam pop yang diolah secara sehat, menantang persepsi diet ketat bagi penderita kanker. Inisiatif ini bertujuan vital untuk memerangi malnutrisi, komplikasi serius yang berkontribusi pada kematian 10-20% pasien kanker, seringkali lebih dari penyakit itu sendiri.
Malnutrisi menjadi masalah gizi yang umum, memengaruhi antara 25% hingga 70% pasien kanker, tergantung lokasi tumor dan stadiumnya. Kondisi ini ditandai dengan penurunan berat badan, massa otot, serta gangguan fungsi tubuh, yang dapat memperburuk efektivitas terapi, menurunkan kualitas hidup, dan meningkatkan risiko infeksi. Rumah Sakit Kanker Dharmais melaporkan bahwa 50% pasiennya berisiko malnutrisi.
Pendekatan diet pasien kanker secara historis seringkali didominasi oleh pembatasan ketat dan makanan hambar, memicu penurunan nafsu makan dan masalah psikologis. Namun, kini terjadi pergeseran paradigma. Fokus bergeser pada pemberian gizi lengkap dan seimbang yang juga mempertimbangkan preferensi rasa pasien. Hal ini krusial untuk mencegah kekurangan gizi dan mempertahankan berat badan optimal selama masa pengobatan.
Dalam demonstrasinya, Chef Esach menampilkan "Sate Rempah Saikoro Salsa with Cajun Butter Rice". Alih-alih dibakar dengan arang, sate diolah dengan metode pan-grill untuk mencapai cita rasa serupa tanpa risiko senyawa karsinogenik. Nasi disiapkan dengan mentega rendah lemak, garam, dan orak-arik telur guna menambah protein esensial. Sementara itu, ayam pop yang biasanya digoreng, disajikan dengan direbus. Sambalnya diganti kombinasi paprika dan tomat, serta kerupuk digantikan oleh daun kale yang digoreng udara (air-fried) hingga renyah, aman untuk pasien.
Dokter spesialis gizi klinis, dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi, MARS, Sp.GK, menegaskan pentingnya asupan nutrisi yang optimal. Pasien kanker membutuhkan energi 25-30 kkal/kg berat badan/hari dan protein 1.0-1.5 g/kg berat badan/hari, serta asam lemak omega-3 seperti EPA sebanyak 1-2 g/hari. Protein sangat vital untuk perbaikan jaringan tubuh, sistem kekebalan, serta pembentukan sel, hormon, dan enzim. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi klinik sangat direkomendasikan untuk rencana pola makan individual.
Inovasi kuliner semacam ini memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi pasien kanker dan lingkungannya. Dengan menyajikan hidangan favorit yang telah dimodifikasi secara sehat, inisiatif ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis pasien. Mampu menikmati makanan yang disukai dapat memotivasi pasien untuk menjaga asupan nutrisi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan respons terhadap terapi dan mempercepat proses pemulihan. Ini menunjukkan bahwa dukungan nutrisi dalam perawatan kanker harus bersifat holistik dan berpusat pada pasien.