Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

12 Warisan Kuliner Jaksel: Mencicipi Kelezatan Klasik yang Melegenda Penuh Nostalgia

2026-01-13 | 16:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T09:19:06Z
Ruang Iklan

12 Warisan Kuliner Jaksel: Mencicipi Kelezatan Klasik yang Melegenda Penuh Nostalgia

Geliat kuliner modern yang terus bertransformasi di Jakarta Selatan tidak mampu menggerus eksistensi deretan kedai makanan legendaris, yang sebagian besar telah berdiri puluhan tahun dan mempertahankan resep orisinal sebagai jangkar cita rasa klasik penuh nostalgia bagi lintas generasi. Warisan kuliner ini menjadi bukti ketahanan budaya dan ekonomi mikro yang terus berdenyut di tengah kota metropolitan, menawarkan pengalaman makan yang lebih dari sekadar hidangan lezat.

Di balik gemerlap kafe kontemporer dan restoran mewah, sejumlah nama besar telah menancapkan akar kuat di lanskap kuliner Jaksel. Sebut saja Gultik Blok M, yang sejak 1997 menjadi ikon malam hari dengan gulai sapi kental kaya rempah yang disiram di atas nasi hangat, lengkap dengan potongan daging lembut. Beroperasi dari sore hingga tengah malam di Jalan Barito I Nomor 19/4, Blok M, Gultik menyuguhkan esensi kuliner jalanan yang tak lekang waktu. Kemudian, Soto Betawi H. Husein, yang dikenal sejak 1988, terus menarik pelanggan dengan kuah santan kental berpadu daging, paru, dan jeroan lembut, menawarkan kekayaan rasa autentik Betawi di Jalan Padang Panjang Nomor 6B–6C, Setiabudi.

Kekuatan kuliner legendaris ini terletak pada konsistensi rasa dan pengalaman yang ditawarkan. Bakso Blok S, yang dirintis H. Muhammad Zein sejak 1970-an, tetap menjadi primadona dengan bakso uratnya yang khas, bahkan setelah bermula dari gerobak sepeda keliling. Bubur Ayam Barito H. Agus, sejak 1992, menciptakan ciri khas dengan tekstur bubur kental dan topping cheese stick yang tak pernah berubah, dilengkapi cakwe, kacang, suwiran ayam, dan telur ayam kampung mentah.

Stabilitas bisnis kuliner tradisional seperti ini di tengah gempuran digitalisasi dan perubahan perilaku konsumen merupakan tantangan tersendiri. Sebuah penelitian yang menganalisis ketahanan usaha kuliner tradisional di Indonesia menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital berbasis komunitas, narasi digital, dan keterlibatan sosial menjadi kunci dalam mempertahankan daya saing dan keaslian budaya. Meskipun menghadapi kendala seperti literasi digital yang terbatas dan keterbatasan sumber daya, partisipasi komunitas dapat mendorong inklusivitas dan inovasi.

Contoh lain adalah Sate Sambas Udin Kelana, yang sudah buka sejak 1960-an, terkenal dengan potongan daging ayam yang besar, empuk, dan disiram bumbu kacang kental dengan irisan cabai dan bawang. Keunikan lainnya adalah sate telur ayam muda dan sate kulit renyah yang ditawarkannya. RM Sepakat, berdiri sejak 1967 di area Pasar Mayestik dan Blok M Square, masih menjadi pilihan utama untuk rendang dan gulai tunjang, serta hidangan langka Gulai Gajebo. Soto Padang H. St. Mangkuto, yang telah ada sejak 1966 di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kebayoran Lama, tidak hanya menyajikan soto padang tetapi juga sate padang dan nasi goreng lado ijau.

Pentingnya menjaga resep turun-temurun menjadi alasan utama keberlangsungan tempat-tempat ini. Roti Bakar Eddy, yang memulai bisnisnya sebagai pedagang kaki lima di Blok M pada 1971, telah menjadi legenda berkat konsistensi rasanya. Nasi Goreng Kebuli Apjay Pak Ivan, sejak 1997, menawarkan nasi goreng dengan bumbu kebuli yang gurih dan berempah, dipadukan dengan potongan daging kambing yang empuk dan harum. Sate Apjay, yang populer sejak 1971, memiliki ciri khas proses pembakaran dua kali yang menghasilkan sate ayam Madura dengan cita rasa istimewa.

Tak kalah legendaris, Bakmi Boy yang telah berdiri sejak 1963 di Jakarta Selatan, disebut sebagai salah satu pelopor bakmi legendaris di Jakarta, dengan menu andalan seperti bakmi ayam, pangsit, dan mie yamin. Sementara itu, Warteg Warmo di Tebet Timur Raya telah dikenal sebagai warteg terpopuler di Jakarta Selatan dan menjadi langganan berbagai kalangan, termasuk pejabat dan artis, menyoroti daya tarik kuliner sederhana yang tetap berakar kuat di masyarakat.

Kisah-kisah ketahanan kuliner ini mencerminkan lebih dari sekadar bisnis makanan; mereka adalah penjaga memori kolektif dan identitas budaya. Upaya pelestarian cita rasa klasik ini memastikan bahwa generasi mendatang tetap dapat merasakan warisan yang tak ternilai, sekaligus menjadi pilar ekonomi lokal yang tangguh di tengah arus modernisasi.