Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

13 Surga Kuliner Dekat Pantai Gunungkidul yang Wajib Masuk Daftar

2026-01-05 | 10:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T03:30:31Z
Ruang Iklan

13 Surga Kuliner Dekat Pantai Gunungkidul yang Wajib Masuk Daftar

Gelombang kunjungan wisatawan ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, yang melampaui 3,4 juta jiwa pada tahun 2023, telah mendorong lonjakan signifikan dalam sektor kuliner pesisir, mengubah lanskap ekonomi lokal dan menawarkan pengalaman gastronomi yang semakin kaya di sepanjang deretan pantainya. Data Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat 3.447.743 orang mengunjungi wilayah tersebut, melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp24,86 miliar dengan realisasi Rp25,11 miliar atau 101,03 persen. Mayoritas, atau 95 persen, dari kunjungan tersebut terfokus pada destinasi pantai, memicu pertumbuhan masif pada restoran dan rumah makan yang beradaptasi dengan permintaan pasar.

Perkembangan ini merupakan bagian integral dari strategi Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memfokuskan pembangunan di wilayah selatan, termasuk Gunungkidul, demi peningkatan ekonomi dan pengurangan kemiskinan. Sektor pariwisata, termasuk kuliner, diyakini memiliki dampak luas dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan usaha. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam meningkatkan durasi tinggal wisatawan yang tercatat masih rendah, yakni rata-rata 1,3 hari pada April 2024, yang berimplikasi pada dampak ekonomi yang belum sepenuhnya optimal. Diversifikasi penawaran kuliner di sekitar pantai diharapkan dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja per kunjungan.

Berikut adalah 13 rekomendasi tempat makan di Gunungkidul yang berdekatan dengan pantai, menyoroti kekayaan kuliner dan upaya lokal dalam menarik wisatawan:

Resto Pantai Indrayanti dikenal sebagai ikon kuliner di pesisir selatan Gunungkidul, menawarkan hidangan laut segar seperti tuna bakar, udang crispy, dan kerang saus padang, dengan panorama laut lepas yang menenangkan. Lokasinya yang tepat di tepi pantai menjadikannya pilihan utama bagi pengunjung. Tidak jauh dari sana, RM Pawon Ndeso menyajikan olahan seafood dan masakan Nusantara dengan harga terjangkau dan porsi memuaskan, didukung suasana terbuka langsung menghadap laut.

Di sekitar Pantai Drini, Pondok Makan Mutiara Seafood Bu Ning menjadi pilihan bagi pencinta hidangan laut dengan berbagai olahan seafood yang segar. Sementara itu, Rumah Makan Sepanjang Indah, seperti namanya, berada di sekitar Pantai Sepanjang dan menawarkan beragam hidangan laut. Untuk penggemar lobster, RM Kampoeng Lobster di area Pantai Sepanjang menyuguhkan lobster sebagai menu andalan dengan harga yang relatif terjangkau, di samping aneka seafood lainnya seperti rajungan dan udang galah.

Munculnya destinasi baru juga menambah semarak pilihan. De Flava Jogja di Pantai Slili, yang baru dibuka pada November 2024, menawarkan sensasi kuliner seafood dengan nuansa private beach ala Bali. Restoran ini juga menyajikan hidangan non-seafood seperti kentang goreng dan taco. Segara by Inessya menonjolkan panorama pantai indah dengan pilihan bersantap di pesisir atau lantai atas yang menyajikan pemandangan laut lepas. Menu yang ditawarkan bervariasi dari tom yum, calamari goreng tepung, hingga steak.

Taman Watu Cafe & Resort yang berdekatan dengan Heha Ocean View menawarkan cita rasa lokal seperti nasi pepes ikan dan nasi ikan bakar, dengan bangunan unik dari batu bata dan batu kapur, serta pemandangan laut dari ketinggian. Jogo Segoro, yang berlokasi di Pantai Ngandong, menawarkan aneka seafood segar hasil tangkapan nelayan setempat dengan pemandangan Pantai Ngandong yang indah.

Resto Bandar Krakal di sekitar Pantai Krakal menyediakan tempat yang nyaman untuk bersantai setelah beraktivitas di pantai, dengan menu ikan bakar dan udang, serta pilihan paket hemat. Pondok Makan Lesehan Griyowono di Jalan Kukup-Krakal Km 0,5, yang telah beroperasi sejak 2009, menawarkan hidangan laut seperti trancam dan cah kangkung, menjadikannya pilihan tepat setelah mengunjungi pantai selatan.

Inovasi kuliner juga hadir melalui Warung Makan Bu Supilah di kawasan pesisir, yang terkenal dengan menu andalannya, sop ikan kuwe (giant trevally), yang dibanderol dengan harga terjangkau. Terakhir, Warung Makan Ning Aryum menawarkan berbagai olahan ikan laut segar bagi pengunjung yang mencari cita rasa khas pesisir.

Perkembangan ekosistem kuliner ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi substansial bagi masyarakat lokal. Upaya berkelanjutan dari Dinas Pariwisata Gunungkidul dalam promosi wisata, termasuk melalui media sosial, menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan sektor ini. Namun, kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat lokal menjadi krusial untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pariwisata kuliner dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan, mengatasi kesenjangan struktural dan berkontribusi nyata pada pengentasan kemiskinan di daerah.