Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Risiko Stroke Dini: Studi Ungkap Golongan Darah Paling Rentan di Kalangan Muda

2026-01-05 | 17:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T10:34:11Z
Ruang Iklan

Risiko Stroke Dini: Studi Ungkap Golongan Darah Paling Rentan di Kalangan Muda

Sebuah meta-analisis komprehensif yang dipimpin oleh peneliti dari University of Maryland School of Medicine (UMSOM) pada tahun 2022 menemukan individu dengan golongan darah A menghadapi risiko 16 persen lebih tinggi untuk mengalami stroke iskemik dini, yaitu kondisi tersumbatnya aliran darah ke otak, sebelum usia 60 tahun, dibandingkan dengan mereka yang memiliki golongan darah lain. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology ini menyaring data dari 48 penelitian genetik, melibatkan hampir 17.000 pasien stroke dan sekitar 600.000 individu sehat berusia 18 hingga 59 tahun, menyoroti adanya korelasi genetik yang sebelumnya kurang dipahami dalam etiologi stroke pada populasi muda.

Temuan ini menambahkan dimensi baru dalam pemahaman risiko stroke, yang secara tradisional lebih sering dikaitkan dengan faktor usia lanjut, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan gaya hidup. Dr. Steven J. Kittner, seorang ahli saraf vaskular dan peneliti utama bersama dari UMSOM, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jumlah penderita stroke dini terus meningkat. "Orang-orang ini lebih mungkin meninggal karena kejadian yang mengancam jiwa, dan mereka yang selamat berpotensi menghadapi puluhan tahun dengan kecacatan," ujarnya, seraya menekankan minimnya penelitian mengenai penyebab stroke dini. Sebaliknya, data analisis menunjukkan individu dengan golongan darah O memiliki risiko stroke dini 12 persen lebih rendah. Sementara itu, golongan darah B juga menunjukkan risiko stroke yang sedikit lebih tinggi, sekitar 11 persen, meskipun kaitannya dengan stroke usia muda tidak sekuat golongan darah A.

Mekanisme pasti di balik hubungan antara golongan darah dan risiko stroke dini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut, namun hipotesis kuat mengarah pada peran faktor pembekuan darah. Ahli menduga bahwa individu dengan golongan darah non-O, khususnya A, cenderung memiliki kadar protein pembekuan tertentu yang lebih tinggi, seperti faktor von Willebrand (vWF) dan Faktor VIII. Kondisi ini dapat meningkatkan peluang terbentuknya gumpalan darah yang memicu stroke iskemik. Dr. Mark T. Gladwin dari UMD Baltimore juga menyoroti bahwa temuan ini menjadi pengingat penting akan perlunya strategi pencegahan yang lebih baik, terutama bagi dewasa muda.

Perbedaan signifikan antara stroke yang terjadi di usia muda dan usia tua juga ditekankan dalam studi ini. Stroke pada kelompok usia muda lebih jarang disebabkan oleh penumpukan lemak di arteri (aterosklerosis) dan lebih sering dipicu oleh faktor-faktor yang mendorong pembentukan gumpalan darah. Hal ini mengindikasikan bahwa jalur patologis stroke dapat bervariasi antar kelompok usia, menuntut pendekatan pencegahan dan penanganan yang lebih spesifik.

Meskipun temuan ini memberikan wawasan penting, para peneliti menekankan bahwa peningkatan risiko pada pemilik golongan darah A bersifat "moderat" atau "kecil". Ahli menegaskan bahwa memiliki golongan darah A tidak berarti seseorang pasti akan mengalami stroke, dan tidak perlu ada kepanikan berlebihan atau skrining tambahan berdasarkan faktor golongan darah saja. Faktor risiko lain yang telah terbukti secara klinis, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pola makan yang buruk, dan kurangnya aktivitas fisik, tetap menjadi faktor utama yang harus diwaspadai dan dikelola secara proaktif. Implikasi jangka panjang dari penelitian ini adalah dorongan untuk studi lebih lanjut guna mengklarifikasi mekanisme genetik dan biokimia yang spesifik, yang pada akhirnya dapat mengarah pada strategi pencegahan yang lebih personalisasi dan efektif untuk mengurangi beban stroke di kalangan dewasa muda.