Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Arab Saudi Guncang Dunia dengan Roller Coaster Pemecah Tiga Rekor Global

2026-01-10 | 09:22 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T02:22:43Z
Ruang Iklan

Arab Saudi Guncang Dunia dengan Roller Coaster Pemecah Tiga Rekor Global

Arab Saudi secara resmi telah meresmikan "Falcon's Flight" pada 31 Desember 2025, sebuah roller coaster yang diakui sebagai yang tertinggi, tercepat, dan terpanjang di dunia, bertempat di Six Flags Qiddiya City di Provinsi Riyadh. Pembukaan atraksi pemecah rekor ini menjadi tonggak penting dalam upaya ambisius Kerajaan untuk mentransformasi lanskap ekonomi dan sosialnya di bawah payung Visi 2030, yang berfokus pada diversifikasi pendapatan dari minyak dan pengembangan sektor pariwisata serta hiburan. Roller coaster buatan Intamin ini membanggakan ketinggian 195 meter (639,8 kaki), kecepatan puncak 249 km/jam (155 mph), dan lintasan sepanjang 4.250 meter (13.943,6 kaki). Perjalanan mendebarkan ini juga mencakup terjun bebas setinggi 158 meter (519 kaki) dari puncak tebing alami, memanfaatkan topografi unik di sekitarnya.

Peluncuran Falcon's Flight di Six Flags Qiddiya City, yang memiliki luas 79 hektar dan menawarkan 28 wahana serta delapan roller coaster, menegaskan komitmen Arab Saudi untuk membangun pusat hiburan berskala global. Abdullah Al-Dawood, Anggota Dewan dan Direktur Pelaksana Qiddiya Investment Company, menyatakan bahwa Six Flags Qiddiya City telah selesai dan Aquarabia hampir 95 persen selesai pada akhir 2025, menandai dimulainya serangkaian pembukaan bertahap dari sekitar 70 properti di Qiddiya. Al-Dawood menegaskan, "Qiddiya membentuk masa depan seluruh sektor," menambahkan, "Kami, di Arab Saudi, tidak memulai di mana orang lain berakhir, kami memulai di mana orang lain bermimpi."

Proyek Qiddiya, dengan total area lebih dari 360 kilometer persegi dan investasi melebihi 9,8 miliar dolar AS, merupakan inti dari strategi Visi 2030 yang diluncurkan pada April 2017 oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Tujuan utamanya adalah untuk mendiversifikasi ekonomi negara, mengurangi ketergantungan pada minyak, dan meningkatkan pengeluaran rumah tangga untuk hiburan dari 2,9% menjadi 6% pada tahun 2030. Proyek ini diproyeksikan menarik 17 juta kunjungan tahunan ke Qiddiya City pada tahun 2030 dan menciptakan sekitar 325.000 lapangan kerja.

Dorongan Kerajaan dalam sektor pariwisata dan hiburan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Arab Saudi berhasil melampaui target awal 100 juta pengunjung tahunan pada tahun 2023, tujuh tahun lebih awal dari jadwal yang ditetapkan. Dengan pencapaian ini, target baru telah ditetapkan untuk menarik 150 juta pengunjung pada tahun 2030. Pendapatan pariwisata mencapai 36 miliar dolar AS pada tahun 2023, dengan kontribusi langsung sektor ini terhadap PDB mencapai 11,5% dan diperkirakan akan meningkat menjadi 16% pada tahun 2034. Pada paruh pertama tahun 2024 saja, Kerajaan telah menyambut 60 juta pengunjung. Sektor hiburan secara keseluruhan diproyeksikan akan menciptakan lebih dari 450.000 lapangan kerja dan berkontribusi 4,2% terhadap PDB pada tahun 2030.

Upaya ini tidak hanya bertujuan menarik wisatawan internasional, tetapi juga memenuhi kebutuhan hiburan bagi populasi mudanya, di mana sekitar dua pertiga penduduk Arab Saudi berusia di bawah 35 tahun. Dengan menyediakan destinasi hiburan kelas dunia di dalam negeri, Kerajaan berharap dapat mempertahankan sekitar 30 miliar dolar AS yang sebelumnya dihabiskan warga Saudi untuk berlibur ke luar negeri. Namun, ambisi Saudi dalam sektor hiburan juga menarik perhatian internasional, termasuk kritik dari organisasi hak asasi manusia yang menuduh Kerajaan melakukan "sportswashing" untuk membersihkan citra internasionalnya, serta kekhawatiran terkait catatan hak asasi manusia negara tersebut. Terlepas dari kritik tersebut, pembukaan wahana dan fasilitas seperti Falcon's Flight menandai perubahan fundamental dalam lanskap sosial dan ekonomi Arab Saudi, yang berupaya memposisikan dirinya sebagai kekuatan utama dalam pariwisata dan gaya hidup global.