Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Teras Rumah Berbuah Lebat: 8 Tanaman Pot Terbaik untuk Panen Sendiri

2026-01-08 | 04:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T21:13:51Z
Ruang Iklan

Teras Rumah Berbuah Lebat: 8 Tanaman Pot Terbaik untuk Panen Sendiri

Memasuki era peningkatan kesadaran akan ketahanan pangan dan minat berkebun di perkotaan, ribuan keluarga di seluruh Indonesia kini beralih menanam buah-buahan langsung di teras rumah mereka, mengubah ruang terbatas menjadi sumber produksi pangan yang produktif. Fenomena ini, yang sebagian didorong oleh fluktuasi harga komoditas dan keinginan akan makanan segar, mendorong eksplorasi delapan varietas buah unggulan yang terbukti berhasil tumbuh subur dalam pot, menawarkan solusi praktis bagi pekebun rumahan dengan lahan terbatas.

Gelombang minat terhadap urban farming, khususnya penanaman buah dalam pot, telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada survei Susenas 2022 menunjukkan peningkatan rumah tangga yang melakukan kegiatan berkebun di pekarangan atau lahan sempit, meskipun data spesifik untuk penanaman buah dalam pot belum terpisah. Namun, tren global mengindikasikan bahwa sekitar 55 juta rumah tangga di Amerika Serikat, misalnya, berpartisipasi dalam kegiatan berkebun pada tahun 2020, sebuah peningkatan substansial yang mencerminkan respons terhadap pandemi dan peningkatan waktu di rumah. Di Indonesia, kondisi serupa diamati di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, di mana lahan hijau semakin berkurang. Dr. Indah Sukmawati, seorang ahli hortikultura dari Institut Pertanian Bogor, menjelaskan dalam sebuah seminar virtual baru-baru ini bahwa "memilih tanaman buah yang tepat untuk pot adalah kunci keberhasilan. Kita perlu mempertimbangkan ukuran dewasa tanaman, kebutuhan air, dan toleransi terhadap kondisi teras yang mungkin memiliki cahaya matahari terbatas."

Salah satu varietas yang paling direkomendasikan adalah mangga 'Arum Manis' atau 'Manalagi' dalam varietas kerdil. Tanaman ini, yang dapat tumbuh hingga 2-3 meter di pot besar, memerlukan paparan sinar matahari penuh minimal enam jam sehari dan penyiraman teratur untuk memastikan perkembangan buah yang optimal. Jeruk 'Keprok' atau 'Siam' juga menjadi pilihan populer karena ukurannya yang relatif kompak dan produksi buahnya yang sering. Jeruk membutuhkan tanah yang drainasenya baik dan pemupukan rutin. Jambu biji 'Kristal' menawarkan keuntungan tumbuh cepat dan menghasilkan buah berkualitas tinggi dengan sedikit biji. Tanaman ini relatif tahan banting dan cocok untuk pemula, membutuhkan penyiraman konsisten dan sinar matahari yang cukup.

Anggur, khususnya varietas muscat atau Isabella, dapat dilatih merambat di teras dengan dukungan struktur. Meskipun memerlukan pemangkasan rutin dan perhatian terhadap hama, keberhasilan menanam anggur dalam pot dapat memberikan hasil yang memuaskan. Apel India atau Putsa, yang memiliki ukuran buah lebih kecil namun produktif, juga merupakan pilihan menarik bagi teras. Tanaman ini toleran terhadap berbagai kondisi tanah dan suhu, menjadikannya pilihan yang mudah dirawat. Selain itu, belimbing, dengan varietas seperti 'Demak Kununing', tumbuh baik di pot besar dan menghasilkan buah yang renyah. Strawberry, meskipun bukan pohon, sangat ideal untuk pot gantung atau wadah dangkal di teras. Varietas 'California' atau 'Chandler' sangat produktif jika diberikan sinar matahari penuh dan tanah yang lembap namun tidak becek.

Naga kerdil, meskipun kurang umum, juga dapat ditanam dalam pot besar dengan penyangga. Buahnya yang eksotis dan nilai gizinya yang tinggi menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang mencari sesuatu yang berbeda. Aspek penting lainnya adalah pemilihan media tanam. Media tanam yang berkualitas, kaya nutrisi dan memiliki drainase yang baik, seperti campuran tanah kebun, kompos, dan pasir, sangat krusial. Penggunaan pot yang tepat, dengan ukuran minimal 40-60 liter untuk sebagian besar pohon buah, juga fundamental untuk menunjang pertumbuhan akar. "Investasi pada pot yang tepat dan media tanam yang berkualitas akan sangat mempengaruhi produktivitas dan kesehatan tanaman dalam jangka panjang," tambah Dr. Indah.

Implikasi jangka panjang dari tren ini meluas dari sekadar hobi. Ini berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, mengurangi jejak karbon akibat transportasi makanan, dan bahkan mempromosikan gaya hidup sehat melalui konsumsi buah segar tanpa pestisida. Di tengah tantangan perubahan iklim dan kenaikan biaya hidup, kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri di ruang terbatas bukan hanya tren sementara, melainkan sebuah adaptasi yang berkelanjutan. Meskipun tantangan seperti serangan hama dan penyakit tetap ada, pengetahuan yang mudah diakses melalui internet dan komunitas berkebun telah memberdayakan individu untuk mengatasi hambatan ini. Dorongan pemerintah melalui program-program urban farming yang lebih terstruktur dapat lebih mempercepat adopsi praktik ini, mentransformasi teras-teras rumah menjadi oase produktivitas.

Di masa depan, inovasi dalam teknologi pot pintar yang mengoptimalkan penyiraman dan pemupukan otomatis, serta pengembangan varietas buah kerdil yang lebih tahan terhadap kondisi perkotaan, akan semakin memperkuat posisi urban farming sebagai elemen integral dari lanskap perkotaan. Peningkatan kesadaran konsumen akan asal-usul makanan mereka juga akan terus mendorong individu untuk mengambil kendali atas rantai pasokan pangan mereka sendiri, dimulai dari pot di teras rumah.