:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383616/original/087290600_1760685259-close-up-running-shoes-fitness-women-training-jogging-2.jpg)
Berjalan kaki, aktivitas sederhana yang sering diremehkan, ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan jantung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menambahkan hanya 15 menit berjalan kaki ke dalam rutinitas harian dapat secara substansial menurunkan risiko penyakit jantung.
Berbagai studi konsisten menunjukkan manfaat berjalan kaki untuk kesehatan kardiovaskular. Seseorang yang secara rutin berjalan kaki dapat mengalami penurunan kadar kolesterol jahat (LDL) dan stabilisasi tekanan darah, yang pada gilirannya mengurangi risiko serangan jantung dan penyakit jantung lainnya. Aktivitas ini juga meningkatkan denyut jantung, sirkulasi darah, dan memperkuat otot jantung.
Sebuah studi besar yang melibatkan lebih dari 33.000 orang dewasa berusia rata-rata 62 tahun, yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, menemukan bahwa mereka yang rutin berjalan kaki minimal 15 menit tanpa henti memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya berjalan dalam periode singkat di bawah lima menit. Bahkan, para peneliti menemukan bahwa peningkatan durasi jalan kaki dapat menghasilkan penurunan risiko kesehatan yang lebih besar. Dalam kelompok dengan aktivitas fisik rendah (rata-rata sekitar 5.000 langkah per hari), berjalan kaki dengan durasi lebih panjang dikaitkan dengan penurunan risiko kematian hingga 85 persen.
Manfaat lain dari jalan kaki secara teratur mencakup peningkatan sirkulasi darah dengan meningkatkan denyut jantung dan jumlah oksigen dalam darah, serta mengurangi risiko penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Jalan kaki juga berperan dalam menjaga berat badan tetap stabil, yang merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan jantung, karena semakin banyak kalori yang terbakar. Selain itu, aktivitas ini membantu mengelola stres dengan memicu pelepasan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati dan mengurangi perasaan cemas serta depresi, membuat jantung lebih kuat.
Penting untuk dicatat bahwa kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner (PJK) dan dapat mempercepat aterosklerosis serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyoroti bahwa kurangnya aktivitas fisik adalah faktor risiko mortalitas keempat tertinggi di dunia, berkontribusi pada 3,2 juta kematian setiap tahunnya.
Beberapa penelitian merekomendasikan target langkah harian, dengan studi menunjukkan bahwa berjalan lebih dari 3.000 langkah sehari sudah dapat mulai menurunkan risiko masalah jantung, dan setiap 1.000 langkah tambahan dapat memangkas risiko kejadian jantung hingga 17 persen. Untuk gagal jantung, setiap 1.000 langkah tambahan menurunkan risiko sebesar 22 persen, dan untuk stroke hampir 25 persen. Bahkan, studi lain menyebutkan bahwa hanya 11 menit berjalan kaki setiap hari dengan intensitas sedang cukup untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 17 persen.
Para ahli menyarankan untuk melakukan jalan kaki minimal 30 menit setiap hari dengan intensitas sedang, setidaknya 5 kali dalam seminggu untuk hasil yang optimal. Bagi individu dengan riwayat penyakit jantung, American Heart Association (AHA) merekomendasikan aktivitas fisik moderat seperti jalan kaki untuk meningkatkan kesehatan jantung tanpa memberikan tekanan berlebih. Konsultasi dengan dokter sebelum memulai program jalan kaki sangat disarankan, terutama bagi mereka dengan kondisi medis tertentu.
Membudayakan jalan kaki, bahkan dengan penambahan durasi 15 menit, adalah investasi berharga untuk menjaga kesehatan jantung dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.