Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Operasi Pembesar Payudara Fatal: Remaja 14 Tahun Tewas, Terkuak Kronologi Pilunya

2025-11-30 | 17:17 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T10:17:42Z
Ruang Iklan

Operasi Pembesar Payudara Fatal: Remaja 14 Tahun Tewas, Terkuak Kronologi Pilunya

Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Paloma Nicole Arellano Escobedo meninggal dunia setelah menjalani operasi pembesaran payudara dan transfer lemak ke bokong di sebuah klinik swasta di Durango, Meksiko. Insiden tragis ini terjadi pada 20 September lalu dan telah memicu kemarahan publik serta seruan untuk pengetatan regulasi prosedur estetika pada anak di bawah umur.

Operasi tersebut dilaporkan dilakukan secara rahasia dan disebut-sebut sebagai hadiah ulang tahun ke-15 untuk Paloma dari ibunya. Ayah kandung Paloma, Carlos Arrelano, tidak mengetahui mengenai prosedur tersebut dan menolak penjelasan awal mengenai penyebab kematian putrinya.

Setelah operasi, Paloma mengalami henti napas dan pembengkakan otak, yang kemudian menyebabkan ia koma dan harus dipasangkan ventilator. Meskipun laporan resmi mencatat penyebab kematiannya sebagai edema serebral akibat penyakit pernapasan, Arrelano meyakini ada upaya untuk menutupi kebenaran. Kondisinya memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia karena kematian otak.

Kasus ini menyeret ibu Paloma, Paloma Escobedo, dan kekasihnya yang merupakan seorang dokter bedah plastik, Victor Manuel Rosales. Escobedo didakwa atas "kelalaian dalam perawatan dan penyalahgunaan profesi" karena terlibat dalam operasi putrinya tanpa kualifikasi medis. Sementara itu, Rosales, yang juga ayah tiri Paloma, didakwa atas "kelalaian dan praktik medis yang tidak semestinya" dan telah diskors dari praktiknya. Mereka berdua telah menghadapi persidangan pada 3 Oktober.

Kematian Paloma Nicole Arellano Escobedo telah menarik perhatian Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang berjanji akan meninjau kasus ini hingga tuntas. Legislator setempat juga berencana untuk lebih ketat mengawasi prosedur operasi plastik untuk anak di bawah umur, dan muncul perdebatan luas mengenai batas usia, risiko prosedur estetika, serta regulasi operasi plastik pada remaja. Keluarga korban terus berjuang mencari keadilan di tengah tuntutan agar prosedur operasi plastik untuk anak di bawah umur diatur lebih ketat dan pengawasan diperketat.