:strip_icc()/kly-media-production/medias/5281369/original/007741600_1752380096-ChatGPT_Image_Jul_13__2025__11_07_31_AM.jpg)
Peningkatan kualitas udara dalam ruangan menjadi perhatian krusial bagi kesehatan masyarakat, seiring dengan durasi aktivitas di dalam rumah yang terus meningkat, mendorong minat terhadap solusi alami seperti penggunaan tanaman hias. Sejumlah studi ilmiah dan rekomendasi dari lembaga riset terkemuka mengidentifikasi enam tanaman hias yang efektif dalam menyerap senyawa organik volatil (VOCs) dan partikel polutan lainnya, menawarkan metode mitigasi polusi udara internal yang sederhana dan estetis.
Riset NASA Clean Air Study yang dipublikasikan pada tahun 1989 menjadi landasan awal pemahaman tentang kemampuan fitoremediasi tanaman dalam lingkungan tertutup. Studi tersebut, yang awalnya bertujuan mencari cara membersihkan udara di stasiun luar angkasa, menemukan beberapa tanaman umum mampu menghilangkan racun seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilena dari udara. Meskipun penelitian lanjutan diperlukan untuk mengukur efektivitas dalam skala rumah tangga yang lebih besar, temuan ini memberikan dasar ilmiah yang kuat. Dr. B.C. Wolverton, ilmuwan yang memimpin studi NASA tersebut, menyatakan bahwa tanaman tidak hanya menyerap karbon dioksida tetapi juga berfungsi sebagai filter alami yang dapat menetralkan sejumlah zat berbahaya di udara.
Salah satu tanaman yang paling direkomendasikan adalah Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata). Tanaman ini sangat dihargai karena kemampuannya menyerap benzena, formaldehida, trikloroetilena, xilena, dan toluena, bahkan pada malam hari melalui proses metabolisme asam crassulacean (CAM). Ini menjadikannya pilihan ideal untuk kamar tidur. Pakar hortikultura dari American Society for Horticultural Science sering menyoroti daya tahan Sansevieria terhadap berbagai kondisi lingkungan, menjadikannya perawatan rendah dan cocok bagi pemula.
Selanjutnya, Spider Plant (Chlorophytum comosum) dikenal karena efisiensinya dalam menghilangkan formaldehida dan xilena. Tanaman ini mudah dirawat dan cepat tumbuh, sering kali menghasilkan "anak" tanaman yang dapat dengan mudah diperbanyak. Kemampuannya yang adaptif terhadap berbagai kondisi pencahayaan menjadikannya populer di berbagai ruang rumah.
Sirih Gading (Epipremnum aureum), atau Golden Pothos, menunjukkan efektivitas tinggi dalam menyerap formaldehida, karbon monoksida, dan benzena. Meskipun keindahannya menarik, perlu diperhatikan bahwa tanaman ini beracun jika tertelan, sehingga penempatannya harus mempertimbangkan keberadaan anak kecil atau hewan peliharaan.
Peace Lily (Spathiphyllum) adalah penyerap yang kuat untuk alkohol, aseton, benzena, formaldehida, dan trikloroetilena. Tanaman ini juga memiliki keunggulan tambahan yaitu melembapkan udara melalui transpirasi dan memiliki bunga putih yang menambah estetika. Namun, seperti Sirih Gading, Peace Lily juga beracun jika tertelan.
Dracaena (Dracaena deremensis/fragrans) efektif dalam menghilangkan benzena, formaldehida, trikloroetilena, dan xilena. Berbagai varietas Dracaena menawarkan pilihan bentuk dan ukuran daun yang beragam, cocok untuk dekorasi interior modern. Tanaman ini membutuhkan cahaya sedang dan kelembapan yang konsisten.
Terakhir, Areca Palm (Dypsis lutescens) diakui sebagai salah satu pelembap udara alami terbaik dan sangat efisien dalam menghilangkan karbon monoksida, benzena, formaldehida, trikloroetilena, dan xilena dari udara. Areca Palm juga mengeluarkan uap air yang signifikan, membantu mengurangi kekeringan udara dalam ruangan, menjadikannya pilihan tepat untuk area yang luas. Sebuah studi oleh University of Georgia menunjukkan bahwa Areca Palm memiliki salah satu tingkat transpirasi tertinggi di antara tanaman hias populer, secara aktif memompa kelembaban ke udara.
Para ahli kesehatan lingkungan menekankan bahwa meskipun tanaman hias memberikan manfaat signifikan, mereka tidak dapat sepenuhnya menggantikan sistem ventilasi yang memadai atau filter udara mekanis, terutama di lingkungan dengan tingkat polusi tinggi. Namun, sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruangan, integrasi tanaman hias menawarkan solusi biofilik yang dapat meningkatkan kesejahteraan mental sekaligus memurnikan udara secara alami. Implikasi jangka panjang dari praktik ini menunjukkan tren peningkatan kesadaran akan "bangunan sehat" dan lingkungan internal yang menunjang kesehatan penghuninya, dengan tanaman hias memainkan peran integral dalam desain interior masa depan.