Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

9 Destinasi Kuah Hangat di Jogja: Sop Merah hingga Brongkos Ikonik

2025-12-27 | 01:14 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T18:14:01Z
Ruang Iklan

9 Destinasi Kuah Hangat di Jogja: Sop Merah hingga Brongkos Ikonik

Yogyakarta, sebuah kota yang tak hanya kaya akan warisan budaya, tetapi juga dinobatkan sebagai destinasi kuliner terkemuka, terus menghidangkan kekayaan rasa melalui varian sajian berkuahnya. Dari hidangan tradisional yang sarat sejarah hingga inovasi modern, kuliner berkuah di Yogyakarta menjadi magnet kuat bagi wisatawan, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga identitas gastronomi. Daya tarik ini dibuktikan dengan catatan Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta yang menunjukkan lebih dari 6,5 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2023, dengan segmen wisata berbasis pengalaman dan minat khusus, termasuk kuliner, yang menunjukkan kecenderungan meningkat.

Pariwisata kuliner telah menjadi komponen integral dari industri pariwisata Yogyakarta, menyediakan beragam makanan dan minuman yang esensial bagi para pengunjung. Bahkan, data dari Dinas Pariwisata Sleman selama libur Lebaran menunjukkan bahwa peminat wisata kuliner, yang mencapai 525.242 orang, melampaui jumlah pengunjung destinasi wisata biasa. Hal ini menggarisbawahi peran vital sektor kuliner dalam menarik wisatawan. Ketua Umum Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Jogja, R. Lucky Nurhadi Kurniawan, pada Mei 2025, mengakui bahwa meskipun ada tantangan seperti tingginya harga bahan baku impor dan daya beli wisatawan yang belum pulih sepenuhnya pascapandemi, upaya peningkatan daya beli masyarakat dan pemanfaatan peluang tetap menjadi prioritas.

Sembilan rekomendasi tempat makan berkuah di Yogyakarta berikut menyoroti keragaman dan kekayaan cita rasa kota ini, masing-masing dengan keunikan dan sejarahnya:

1. Sop Merah Bu Asih
Berdiri sejak 1993, Warung Sop Merah Bu Asih di Jalan Kolonel Sugiyono No.74, Brontokusuman, dikenal dengan kuahnya yang berwarna merah pekat dan rasa pedas yang khas, berasal dari ulekan cabai yang dimasak langsung bersama bahan lainnya. Sop ini berisi suwiran ayam, wortel, kol, daun bawang, seledri, dan telur rebus. Tingkat kepedasan dapat disesuaikan sesuai selera pelanggan. Warung ini memiliki rating 4,4 di Google Maps dan buka setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 21.30 WIB. Pengelola warung, Aditya Candra, menyebutkan bahwa sambal giling yang direbus bersama sayur mayur menjadi pembeda utama sop ini dari sop pada umumnya.

2. Brongkos Handayani
Warung Brongkos Handayani, yang berdiri sejak tahun 1975 di Jalan Gading No.2, Patehan, Kraton, menjadi destinasi kuliner populer karena lokasinya yang strategis di selatan Alun-Alun Kidul Jogja. Kuahnya yang kental berwarna cokelat kehitaman kaya rasa kluwak, gurih, pedas, dan sedikit manis, berpadu dengan isian seperti kacang tolo, telur, tahu, serta potongan daging sapi atau koyor yang empuk.

3. Sop Ayam Pak Min Klaten
Meskipun berasal dari Klaten, Sop Ayam Pak Min memiliki banyak cabang di Yogyakarta dan telah melegenda sejak 1980-an. Hidangan ini terkenal dengan kuah kaldu ayam kampungnya yang bening namun kaya rasa, gurih, dan hangat, dilengkapi dengan suwiran ayam, seledri, dan bawang goreng.

4. Soto Sapi Pak Musthofa
Menyajikan soto daging dengan kuah yang sedikit lebih kental dibandingkan soto lainnya di Yogyakarta, Soto Sapi Pak Musthofa menawarkan cita rasa unik yang membedakannya.

5. Bakmi Godog Mbah Mo
Mewakili kelezatan Bakmi Jawa, Bakmi Mbah Mo digemari karena mie rebusnya yang gurih, dimasak satu per satu menggunakan tungku arang, menghasilkan aroma asap khas yang sulit tertandingi. Bakmi Jawa, atau mi godog, adalah olahan mi yang direbus dengan berbagai sayuran, rempah-rempah, telur, dan suwiran ayam.

6. Mangut Lele Dapur Asli Mbok Marto Ijoyo
Beroperasi sejak 1960-an, Mangut Lele Mbah Marto (atau Mbok Marto Ijoyo) di kawasan Sewon, Bantul, menyajikan lele asap yang dimasak dalam kuah santan pedas kaya rempah. Hidangan ini menawarkan perpaduan rasa gurih, sedikit asam, dan pedas, menjadi favorit pecinta makanan pedas.

7. Sop Buntut Pak Sugeng
Sop Buntut Pak Sugeng, yang telah berdiri sejak tahun 2010 di Jalan HOS Cokroaminoto No.185, Tegalrejo, terkenal dengan daging buntutnya yang empuk dan kuahnya yang pekat serta lezat.

8. Sate Klatak Pak Pong
Meskipun sate, Sate Klatak Pak Pong, salah satu restoran legendaris di Yogyakarta, sering disajikan dengan pilihan kuah gulai yang lezat sebagai pendampingnya. Sate klatak sendiri adalah sate kambing unik yang ditusuk menggunakan jeruji besi dan dibumbui sederhana dengan garam sebelum dibakar.

9. Saoto Bathok Mbah Katro
Menawarkan pengalaman kuliner "mblusuk" yang legendaris, Saoto Bathok Mbah Katro menyajikan soto sapi dalam mangkuk batok kelapa. Kombinasi soto sapi dengan penyajian tradisional ini menciptakan nuansa nostalgia dan cita rasa unik.

Peningkatan kunjungan wisatawan nusantara ke DIY pada Januari-Maret 2025 naik 3,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, dari 9.894.680 menjadi 10.240.350 perjalanan. Statistik ini menegaskan bahwa daya tarik kuliner berkuah legendaris ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berperan krusial dalam ekonomi pariwisata daerah. Ke depan, pemangku kepentingan kuliner Yogyakarta menghadapi peluang untuk terus berinovasi, memanfaatkan platform digital seperti TikTok untuk pemasaran, dan mempertahankan otentisitas resep tradisional yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman gastronomi mendalam. Dengan demikian, warisan kuliner berkuah di Yogyakarta bukan sekadar makanan, melainkan cerminan identitas budaya yang berkelanjutan dan mesin penggerak ekonomi yang signifikan.