:strip_icc()/kly-media-production/medias/1745474/original/091286700_1508481756-Mandalika_3.jpg)
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengumumkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memasuki fase pengembangan lanjutan, yang dijuluki "Next Chapter of The Mandalika", didorong oleh peningkatan intensitas event dan aktivitas di kawasan. Inisiatif strategis utama dalam fase ini mencakup pembangunan marina yang dirancang untuk memperkuat konektivitas laut dan mendukung posisi Mandalika sebagai destinasi sportstainment terkemuka.
Pengembangan marina ini merupakan bagian integral dari visi yang lebih luas untuk KEK Mandalika, yang dirancang sebagai ekosistem sportstainment terintegrasi dalam satu masterplan komprehensif. Masterplan tersebut meliputi pengembangan motorsport, watersport, golf course, dan equestrian, bertujuan untuk memperluas segmentasi pasar wisata dan membuka peluang investasi lintas sektor. Ahmad Fajar, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko sekaligus Pelaksana Harian Direktur Utama ITDC, menyatakan Mandalika diposisikan tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai mesin penggerak ekonomi kawasan.
KEK Mandalika, yang membentang seluas 1.175 hektare dengan garis pantai sepanjang 16 kilometer, telah menunjukkan dampak ekonomi signifikan. Hingga kuartal IV tahun 2025, total investasi yang masuk ke kawasan ini mencapai Rp 5,73 triliun, dengan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 11,2 persen, menandakan daya tarik investasi yang kompetitif dan berkelanjutan. Penyelenggaraan event internasional, khususnya MotoGP Indonesia, berkontribusi besar terhadap perekonomian, mencatat dampak ekonomi hingga Rp 4,96 triliun, menghasilkan nilai media sebesar Rp 1,33 triliun, dan menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal. Event tersebut menarik total 140.324 penonton.
Secara historis, KEK Mandalika telah direncanakan selama 29 tahun sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2017. Presiden Jokowi saat itu menekankan pentingnya mempertahankan karakter arsitektur lokal Sasak dalam setiap pembangunan. Sejak saat itu, ITDC sebagai pengelola terus mengembangkan infrastruktur kawasan yang terintegrasi, termasuk sirkuit bertaraf internasional, hotel, dan kawasan komersial. Saat ini, kawasan tersebut memiliki 128 homestay, 965 kamar hotel, serta puluhan restoran dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan tingkat okupansi hotel tahunan rata-rata 54 persen.
Pembangunan marina diharapkan tidak hanya akan memperkaya pilihan watersport, tetapi juga meningkatkan konektivitas bagi wisatawan dan investor yang mencari pengalaman wisata bahari. Ini akan menjadi langkah strategis untuk diversifikasi produk pariwisata, melengkapi daya tarik sirkuit balap yang telah menjadi magnet utama. Selain marina, inisiatif strategis lainnya termasuk masuknya brand internasional, pembentukan zona premium timur (eastern premium zone), penguatan zona tengah (central zone) sebagai tuan rumah event global, serta komersialisasi kawasan hunian dan retail-lifestyle.
KEK Mandalika juga didukung oleh fasilitas fiskal dan nonfiskal, seperti insentif pajak, pembebasan bea masuk, dan skema pemanfaatan lahan hingga 80 tahun, yang memberikan kepastian bagi investor. Wakil Bupati Lombok Tengah, M. Nursiah, mengapresiasi nilai investasi yang masuk dan menyebutkan bahwa kebermanfaatan KEK Mandalika sudah mulai terasa signifikan, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, produk UMKM, hingga Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan semua pengembangan ini, ITDC berharap pengalaman pengelolaan KEK Mandalika dapat menjadi praktik terbaik bagi pengembangan KEK lain di Indonesia, serta memperkuat posisinya sebagai ikon transformasi pariwisata nasional berbasis event, investasi, dan dampak ekonomi nyata. Namun, penting bagi pengelola untuk terus memastikan bahwa dampak ekonomi yang dihasilkan juga merata kepada masyarakat lokal, seperti isu yang sempat menjadi sorotan pada studi tahun 2023. Diversifikasi pengembangan melalui marina dan zona-zona baru akan krusial dalam menjaga relevansi dan daya saing Mandalika di pasar pariwisata global.