:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5390155/original/009147900_1761234892-Jeffry_Beta_Tenggara.jpeg)
Sejumlah dokter dan pakar gizi menyoroti kuliner Indonesia sebagai salah satu yang paling sehat di dunia, menawarkan kombinasi rasa yang kaya dengan manfaat kesehatan yang melimpah. Klaim ini didukung oleh penggunaan rempah-rempah alami, bahan-bahan segar, dan metode pengolahan tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.
Dokter spesialis penyakit dalam sub spesialis hematologi onkologi medik, Jeffry Beta Tenggara, menyebut makanan Indonesia paling sehat dibandingkan negara lain. Pernyataan serupa juga datang dari dr. Zaidul Akbar, yang bahkan mendeklarasikan tempe sebagai makanan paling sehat sedunia. Pakar Naturopati Joshua S. Lie menambahkan bahwa secara keseluruhan, makanan Indonesia dan Asia lebih sehat dibanding menu diet dari Barat, yang cenderung tinggi sodium, lemak, dan tepung olahan.
Salah satu alasan utama di balik predikat ini adalah kekayaan rempah-rempah dan bumbu alami yang menjadi dasar masakan Indonesia. Rempah-rempah seperti kunyit, jahe, serai, cengkeh, kayu manis, jintan hitam, kencur, dan daun kelor tidak hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga memiliki khasiat obat. Kurkumin dalam kunyit, misalnya, dikenal sebagai antioksidan kuat dan anti-inflamasi, yang dapat menangkal radikal bebas serta membantu mengatasi radang sendi dan masalah pencernaan. Jahe bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, meredakan demam, influenza, dan membantu pencernaan. Cengkeh mengandung senyawa eugenol yang bersifat anestesi dan antiseptik, sementara kayu manis kaya antioksidan yang dapat menurunkan kolesterol dan kadar gula darah.
Selain rempah, makanan Indonesia juga menonjol karena penggunaan beragam sayuran segar. Hidangan seperti karedok, gado-gado, urap-urap, tinutuan, dan sayur asem merupakan sumber serat, vitamin, dan mineral yang sangat baik. Karedok, misalnya, adalah salad tradisional berisi sayuran mentah seperti kacang panjang, tauge, terong, dan kol, disiram bumbu kacang gurih, menjadikannya sumber vitamin dan mineral yang kaya serat. Urap-urap menyajikan sayuran kukus yang dicampur parutan kelapa berbumbu, memberikan nutrisi penting dan rasa sederhana yang lezat.
Proses fermentasi pada beberapa makanan tradisional juga berkontribusi pada kesehatan. Tempe, produk kedelai fermentasi asli Indonesia, kaya akan protein, serat, dan probiotik yang mendukung kesehatan usus. Oncom, fermentasi kacang kedelai, juga disebutkan memiliki kandungan probiotik yang baik untuk pencernaan. Dr. Zaidul Akbar bahkan menyarankan konsumsi tempe mentah untuk mendapatkan manfaat probiotiknya secara optimal.
Sumber protein dalam masakan Indonesia umumnya berasal dari ikan dan daging sapi. Hidangan seperti pempek kaya protein dari ikan, sementara rendang menyediakan protein dari daging sapi. Meskipun rendang menggunakan santan, rempah-rempah di dalamnya seperti serai, kunyit, dan jahe memiliki sifat anti-inflamasi. Ikan lokal, seperti lele, juga dikenal sebagai sumber protein murah, kaya nutrisi, dan mudah dicerna, bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah memperkenalkan pedoman "Isi Piringku" untuk mempromosikan pola makan seimbang, di mana setengah piring diisi dengan sayur dan buah, dan setengah lainnya dengan makanan pokok serta lauk pauk. Kesadaran akan pola makan sehat pun semakin meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Sebuah survei Herbalife menunjukkan bahwa 89 persen konsumen Indonesia memprioritaskan pola makan sehat untuk kesejahteraan mental dan fisik mereka. Masyarakat, khususnya generasi milenial, semakin menyadari pentingnya mengurangi konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, gula, dan natrium.
Namun, tantangan dalam mengaplikasikan gaya hidup sehat masih ada. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak orang Indonesia paham akan pentingnya kesehatan, perilaku mereka seringkali berlawanan dengan konsep gaya hidup sehat. Oleh karena itu, edukasi dan dukungan komunitas menjadi penting untuk mendorong perubahan kebiasaan makan yang lebih baik.
Secara keseluruhan, kekayaan kuliner Indonesia dengan rempah-rempah berkhasiat, sayuran melimpah, makanan fermentasi probiotik, serta sumber protein alami, menjadikan makanan Indonesia sebagai salah satu yang paling sehat, sejalan dengan kearifan lokal dalam menjaga kesehatan tubuh.