:strip_icc()/kly-media-production/medias/5385116/original/034388300_1760874917-ahmet-kurt-0xn-8kRWOhE-unsplash.jpg)
Pilates telah menjadi salah satu bentuk latihan fisik yang semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan, dikenal karena fokusnya pada kekuatan inti, fleksibilitas, dan keseimbangan. Namun, di samping Pilates konvensional, terdapat pula "Pilates Rehab" yang memiliki tujuan dan pendekatan yang lebih spesifik. Dokter spesialis kedokteran olahraga Nahum menjelaskan perbedaan esensial antara keduanya.
Secara umum, Pilates adalah metode latihan fisik berdampak rendah yang melibatkan serangkaian gerakan lambat dan terfokus pada peningkatan kekuatan otot inti, fleksibilitas, dan keseimbangan. Olahraga ini, yang diciptakan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20, menekankan kontrol, konsentrasi, presisi, pernapasan, dan aliran gerakan yang halus untuk memperkuat tubuh secara keseluruhan. Manfaat Pilates mencakup penguatan otot inti tubuh, koreksi postur, peningkatan fleksibilitas dan koordinasi, pencegahan dan pengurangan rasa sakit (terutama nyeri punggung bawah), serta peningkatan fokus dan kesadaran tubuh. Pilates juga dapat membantu meningkatkan performa olahraga lain, mengurangi stres, dan bahkan mempercepat pemulihan cedera secara umum.
Menurut Dokter Nahum, Pilates biasa memiliki tiga manfaat utama: memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas, dan membantu penggunaan otot-otot pernapasan dengan benar. Gerakannya mungkin terlihat sederhana dan lembut, tetapi melatih otot pernapasan dengan benar bisa sangat melelahkan.
Berbeda dengan Pilates konvensional, Pilates Rehab (rehabilitasi) memiliki tujuan yang sangat spesifik, yaitu pengembalian fungsi tubuh. Dokter Nahum menjelaskan bahwa Pilates Rehab ditujukan bagi mereka yang mengalami gangguan fungsi, mungkin karena cedera, atau rasa sakit di bagian tubuh tertentu. Dengan Pilates Rehab, fungsi yang terganggu tersebut berusaha untuk dikembalikan. Misalnya, pada pasien dengan keluhan sakit pinggang, alat Pilates seperti reformer dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah tersebut agar fungsi tubuh bisa kembali normal.
Perbedaan kunci antara keduanya terletak pada fokus dan kustomisasi. Sementara Pilates umum berorientasi pada kebugaran dan pemeliharaan kesehatan secara keseluruhan, Pilates Rehab sangat disesuaikan dengan kebutuhan individu yang mengalami cedera atau kondisi khusus. Sesi Pilates Rehab biasanya bersifat privat dan akan diarahkan oleh fisioterapis berpengalaman. Program latihan yang dipersonalisasi ini bertujuan untuk memulihkan rentang gerak penuh pada area yang cedera tanpa memperparah kondisi.
Singkatnya, jika Pilates adalah pilihan yang tepat untuk meningkatkan kekuatan otot inti dan fleksibilitas bagi masyarakat umum, Pilates Rehab adalah alat rehabilitasi yang ampuh di bawah bimbingan ahli untuk membantu individu memulihkan diri dari cedera dan mengembalikan fungsi tubuh yang optimal. Bagi individu yang baru saja menjalani operasi, wanita hamil, lansia di atas usia 45–55 tahun, atau mereka yang sedang cedera, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai latihan Pilates.