Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menkes Buka Suara: Relawan Aceh Via Malaysia karena Tiket Domestik Mahal

2026-01-12 | 22:17 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T15:17:22Z
Ruang Iklan

Menkes Buka Suara: Relawan Aceh Via Malaysia karena Tiket Domestik Mahal

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklarifikasi keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberangkatkan ratusan relawan kesehatan ke Aceh melalui Malaysia, menyusul tingginya harga tiket penerbangan domestik dan keterbatasan ketersediaan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir tahun 2025. Langkah tersebut diambil sebagai strategi logistik guna memastikan mobilisasi tenaga kesehatan esensial ke wilayah terdampak bencana di Sumatra, termasuk Aceh, dengan efisiensi biaya.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa tiket pesawat langsung dari Jakarta menuju Medan atau Aceh, yang menjadi pintu masuk utama ke beberapa wilayah terdampak bencana seperti Bener Meriah, Langkat, Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Takengon, menjadi sangat mahal. Kondisi ini diperparah oleh ludesnya tiket kelas ekonomi akibat diskon liburan yang diberikan pemerintah, sehingga hanya menyisakan tiket kelas bisnis dengan harga yang tidak terjangkau untuk kebutuhan relawan berjumlah besar. Sebagai solusi, Kemenkes mengalihkan rute penerbangan para relawan melalui Kuala Lumpur, Malaysia, yang menawarkan biaya tiket lebih murah, berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per orang.

Insiden ini sempat memicu kesalahpahaman di media sosial pada akhir Desember 2025, ketika video kedatangan sekitar 400 relawan Kemenkes yang mengenakan seragam biru dari Malaysia viral. Banyak warganet mengira mereka adalah relawan asing dari Negeri Jiran. Budi menegaskan bahwa relawan tersebut sepenuhnya adalah tenaga kesehatan Indonesia dari Kemenkes. Kemenkes secara rutin mengirimkan 700 hingga 800 tenaga kesehatan setiap dua minggu untuk rotasi di lokasi bencana, dengan total lebih dari 4.000 relawan telah dikoordinasikan sejak awal bencana.

Fenomena tingginya harga tiket domestik ke Aceh bukanlah hal baru dan telah menjadi keluhan masyarakat sejak lama. Situasi ini menyoroti kerapuhan logistik dalam penanganan bencana di Indonesia, di mana biaya transportasi dapat menjadi penghalang signifikan bagi pergerakan personel kemanusiaan. Meski pemerintah telah berupaya membangun sistem penanganan bencana yang lebih terstruktur pascapandemi COVID-19, kendala biaya dan ketersediaan tiket tetap menjadi tantangan serius.

Ke depan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menyuarakan harapan agar ada kebijakan harga khusus atau skema subsidi tiket bagi relawan kemanusiaan yang bertugas ke daerah bencana. Permintaan ini telah disambut oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan untuk mencari solusi guna memastikan ketersediaan harga tiket yang terjangkau, tidak hanya bagi relawan tetapi juga masyarakat umum yang bepergian ke daerah terdampak bencana. Normalisasi harga tiket pada minggu kedua atau ketiga Januari 2026 memungkinkan relawan untuk kembali terbang langsung melalui jalur domestik. Namun, insiden ini menggarisbawahi perlunya mekanisme jangka panjang dan berkelanjutan untuk mendukung mobilisasi tenaga kesehatan dalam misi kemanusiaan, agar upaya penanganan bencana tidak terhambat oleh fluktuasi pasar transportasi domestik.