:strip_icc()/kly-media-production/medias/5379045/original/029965200_1760333390-MTV_Shutdown.jpeg)
Music Television (MTV) secara resmi menghentikan siaran saluran musik 24 jam ikoniknya di sejumlah besar wilayah global per 31 Desember 2025, mengakhiri empat dekade perannya sebagai kiblat video musik dan penentu budaya pop. Langkah ini, yang dilakukan oleh perusahaan induk Paramount Skydance, merupakan respons terhadap pergeseran masif perilaku audiens menuju platform digital serta bagian dari strategi efisiensi biaya global pasca-merger perusahaan.
Penutupan ini mencakup saluran-saluran seperti MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live di Inggris, Irlandia, Jerman, Austria, Prancis, Polandia, Hongaria, Australia, dan Brasil. Keputusan ini diumumkan pada Oktober 2025 dan mulai berlaku efektif pada akhir tahun. Sebagai penanda berakhirnya era, MTV Music menayangkan video klip "Video Killed the Radio Star" oleh The Buggles, lagu yang sama yang mengawali siaran MTV di Amerika Serikat pada 1 Agustus 1981. Saluran MTV 90s mengakhiri siarannya dengan "Goodbye" dari Spice Girls, sementara MTV UK memilih "Hello" oleh Adele.
Sejak diluncurkan pada 1981, MTV merevolusi industri musik dengan menjadikan video musik sebagai medium artistik dan promosi yang esensial, membentuk selera generasi dan melahirkan bintang-bintang global. Ia menjadi pusat penemuan musik, mode, dan budaya anak muda. Namun, dalam dua dekade terakhir, saluran utama MTV telah bergeser fokusnya secara signifikan dari musik ke program realitas dan hiburan umum. Saluran-saluran musik khusus yang baru saja ditutup ini merupakan sisa-sisa terakhir dari format 24 jam musik yang pernah mendefinisikan merek tersebut.
Penyebab utama penutupan ini adalah perubahan drastis dalam cara audiens mengonsumsi musik. Platform digital seperti YouTube, TikTok, dan layanan streaming musik telah menggantikan televisi linear sebagai sumber utama untuk menonton video musik dan menemukan artis baru. Paramount Global menargetkan pemotongan biaya global lebih dari 500 juta dolar AS menyusul merger senilai 8,4 miliar dolar AS dengan Skydance Media pada 2025. Penghentian operasional saluran musik dianggap sebagai bagian dari upaya restrukturisasi dan efisiensi ini, terutama karena penurunan signifikan dalam peringkat dan kelangsungan finansial saluran-saluran tersebut.
Meskipun saluran musik khusus telah ditutup, merek MTV sendiri tidak sepenuhnya menghilang. Saluran utama MTV HD akan tetap beroperasi, meskipun terus berfokus pada program realitas dan budaya pop, jauh dari format musik awalnya. Ajang penghargaan ikonik seperti MTV Video Music Awards (VMA) dan MTV Europe Music Awards (EMA) juga diperkirakan akan tetap dilanjutkan sebagai bagian dari portofolio hiburan merek. Namun, beberapa produksi MTV di Inggris, seperti Gonzo dan Fresh Out UK, telah dibatalkan, dan MTV News juga ditutup pada Mei 2023.
Mantan VJ MTV, Simone Angel, menyatakan kesedihan mendalam dan ketidakpercayaan atas penutupan ini, meskipun mengakui bahwa hal tersebut sudah lama akan terjadi. "MTV adalah tempat di mana semuanya menyatu," ujarnya. Daisy Fuentes, mantan DJ MTV lainnya, menyoroti kebutuhan akan evolusi. "Meskipun sedikit menyedihkan, sudah cukup lama menyedihkan. Saya pikir MTV memiliki masanya dan sejarah yang tidak akan terulang, dan inilah saatnya untuk berubah," kata Fuentes pada Oktober 2025. "Kita semua berubah. Kita harus berkembang. Dan saya berharap ada versi lain dari mereka, sama seperti ada versi lain dari kita, kita yang menjadi bagian dari itu tidak lagi sama. Mengapa kita harus berharap mereka sama? Dunia telah banyak berubah."
Penutupan ini menandai bukan hanya akhir dari sebuah era penyiaran musik, tetapi juga refleksi transformasi mendalam dalam konsumsi media global. Kurasi musik berbasis manusia yang ditawarkan oleh VJ MTV kini telah digantikan oleh algoritma personalisasi pada platform digital. Dampaknya terhadap industri video musik, khususnya dalam hal anggaran produksi dan strategi distribusi, diperkirakan akan terus berkembang seiring dengan pergeseran lanskap hiburan. Seorang sutradara video musik Inggris menyebutkan bahwa saluran musik seperti MTV menyediakan satu outlet utama untuk karya visual musisi. Kini, alokasi anggaran produksi video menjadi lebih kompleks karena harus menyasar berbagai platform yang terfragmentasi. Pergeseran ini menggarisbawahi tantangan bagi model bisnis televisi tradisional dan dominasi platform sesuai permintaan yang terus bertumbuh.