:strip_icc()/kly-media-production/medias/4610931/original/029299200_1697335690-WhatsApp_Image_2023-10-14_at_22.06.06.jpeg)
Kota Surakarta, yang akrab disebut Solo, menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum gastronomi Jawa Tengah, menarik jutaan wisatawan dengan ragam kuliner legendaris yang sempurna untuk santap siang. Dengan lebih dari 4,4 juta kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2024 dan peningkatan signifikan pada periode liburan akhir tahun, sektor kuliner berkontribusi substansial terhadap ekonomi lokal, dengan estimasi 40 persen pengeluaran wisatawan dialokasikan untuk makanan. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Surakarta secara konsisten menyoroti kuliner sebagai andalan utama pariwisata Solo, menawarkan pengalaman gastronomi yang autentik bagi pengunjung dari berbagai penjuru.
Sejak ditetapkan sebagai destinasi wisata kuliner nomor satu nasional oleh Kementerian Pariwisata pada tahun 2015, Solo telah memelihara warisan kulinernya melalui dedikasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta dukungan pemerintah kota. Andre Rahmanto, Wakil Ketua BPPD Kota Surakarta, menekankan "peluang kuliner tradisional Solo sebagai pengalaman wisata gastronomi bagi wisatawan nusantara di Kota Solo," sebuah pandangan yang diperkuat oleh pegiat wisata dan kuliner Solo, Daryono, yang menyatakan kekayaan kuliner adalah alasan pokok orang datang ke suatu daerah. Namun, Daryono juga mencatat bahwa Solo masih memiliki kelemahan dalam aspek narasi atau storytelling kuliner tradisional, sebuah elemen penting untuk meningkatkan pengalaman gastronomi bintang lima.
Berbagai destinasi kuliner siang di Solo mencerminkan perpaduan cita rasa otentik yang terjaga turun-temurun dengan sentuhan inovasi yang relevan. Di antara banyaknya pilihan, berikut adalah lima belas rekomendasi tempat makan siang yang merepresentasikan kekayaan kuliner Solo dan vitalitas pariwisatanya:
1. Timlo Sastro, sebuah institusi kuliner sejak tahun 1952, menyajikan hidangan berkuah bening yang khas berisi sosis Solo, suwiran ayam kampung, telur pindang, serta hati dan ampela. Kuahnya yang gurih ringan telah menjadi favorit banyak generasi.
2. Selat Solo, yang dapat dinikmati di Warung Selat Mbak Lies atau Selat Solo Tenda Biru, menawarkan "bistik Jawa" yang terinspirasi masakan Belanda, terdiri dari irisan daging sapi, telur rebus, dan beragam sayuran yang disiram kuah manis gurih.
3. Nasi Liwet Bu Wongso Lemu, yang telah berdiri sejak 1950, dikenal dengan nasi gurih santan yang disajikan bersama ayam suwir, telur rebus, labu siam, dan areh kental. Keaslian rasanya menjadikannya ikon kuliner yang tak lekang oleh waktu.
4. Ayam Kampung Goreng Mbah Karto Tembel, yang telah beroperasi sejak 1950-an, terkenal dengan ayam goreng kampungnya yang empuk dengan bumbu gurih-asin meresap hingga ke tulang, kerap menjadi favorit para pesohor, termasuk Presiden Joko Widodo.
5. Warung Sate Kambing Mbok Galak menyajikan sate buntel, daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis, serta sate daging dan sate campur, menjadi salah satu langganan Presiden Republik Indonesia.
6. Tengkleng Bu Edi di sekitar Pasar Klewer menawarkan olahan tulang belulang dan jeroan kambing dengan kuah rempah yang kaya rasa dan sedikit pedas, menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta olahan kambing.
7. Soto Gading 1, yang sudah ada sejak 1874, menawarkan soto ayam berkuah bening dengan suwiran ayam dan mie sohun, dikenal sebagai langganan Presiden Jokowi sejak menjabat Wali Kota Solo.
8. Sate Kere Yu Rebi menyajikan sate tempe gembus dan jeroan sapi yang dibakar, disiram sambal kacang, sebuah representasi kuliner rakyat yang legendaris.
9. Restoran Pecel Solo, dengan nuansa Jawa yang kental, menyuguhkan Pecel Ndeso dengan nasi merah, paduan sayuran segar dan bumbu kacang otentik.
10. Soto Triwindu, yang beroperasi sejak 1939, menyajikan soto sapi dengan kuah bening bercita rasa daging sapi yang khas, lebih legit dari soto pada umumnya, dilengkapi berbagai lauk pendamping.
11. Djampi Jawi Solo menawarkan pengalaman makan dengan sentuhan herbal tradisional dalam suasana etnik Jawa yang hangat, dengan menu andalan seperti nasi rawon dan nasi bakar.
12. Sate Kambing Pak Manto, berdiri sejak 1990, populer dengan hidangan sate kambing, tengkleng rica-rica, dan tongseng kambing.
13. Bakmi Jowo Bu Citro menyajikan hidangan mie Jawa dengan cita rasa klasik yang telah digemari banyak orang.
14. Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno, meskipun terkenal untuk sarapan, juga melayani makan siang dengan gudeg gurih dan ceker ayam empuk.
15. Rumah Makan Adem Ayem, yang didirikan pada tahun 1969, menjadi salah satu kuliner legendaris Solo dengan konsep bangunan Jawa klasik, menyajikan masakan khas Jawa yang cocok untuk santap keluarga.
Pengembangan pusat-pusat kuliner baru seperti Destinasi Kuliner Lapangan Kota Barat dan Kampung Kuliner Ngarso Patih menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam memberdayakan UMKM dan mengangkat citra Solo sebagai pusat wisata kuliner berkualitas. Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka dan Wakil Wali Kota Teguh Prakosa secara aktif mendukung inisiatif ini, yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan. Namun, untuk mencapai status gastronomi bintang lima yang seutuhnya, Solo perlu berinvestasi lebih jauh dalam membangun narasi dan konteks di balik setiap hidangan, seperti yang telah dicontohkan oleh Restoran Pracima Tuin di Pura Mangkunegaran yang menyajikan makanan dengan kisah sejarah dan khasiatnya. Langkah ini esensial untuk melestarikan warisan budaya dan meningkatkan daya tarik pariwisata kuliner di masa depan.