
Wanita berusia 100 tahun, Dorothy Wiggins, terus memukau dengan aktivitas tenisnya di Manhattan Plaza Racquet Club, New York, menantang persepsi konvensional tentang penuaan. Wiggins, yang mulai bermain tenis sejak usia 20-an, menjadi sorotan bukan hanya karena kebugaran fisiknya yang luar biasa tetapi juga karena pendekatannya yang unik terhadap kehidupan, menolak membiarkan usia mendikte kemampuannya. Fenomena individu seperti Wiggins menyoroti pergeseran demografi global, di mana jumlah centenarian diproyeksikan meningkat pesat. Menurut proyeksi Perserikatan Bangsa-Bangsa, populasi centenarian global diperkirakan mencapai hampir 4 juta pada tahun 2054, naik dari sekitar 722.000 pada tahun 2024. Jepang saat ini memimpin dengan jumlah centenarian tertinggi, mencapai hampir 100.000 pada tahun 2025, dengan sekitar 88% di antaranya adalah wanita, menunjukkan perbedaan harapan hidup yang signifikan antar gender.
Tiga faktor utama yang muncul dari gaya hidup Wiggins dan centenarian aktif lainnya secara konsisten diidentifikasi oleh para ahli gerontologi sebagai kunci umur panjang yang sehat. Pertama, mempertahankan aktivitas fisik secara teratur. Wiggins sendiri berolahraga setiap pagi di rumah dengan peregangan, mengangkat lutut, menendang kaki, dan angkat beban ringan, serta rutin bersepeda statis dan berjalan kaki di lintasan lari. Aktivitas fisik, bahkan yang ringan seperti berkebun atau berjalan kaki, dapat mencegah penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan fungsi kognitif dan kesehatan mental pada lansia. World Health Organization (WHO) merekomendasikan lansia berusia 65 tahun ke atas untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu.
Kedua, pola makan berbasis tumbuhan menjadi rahasia penting. Centenarian di "Zona Biru"—wilayah dengan harapan hidup tertinggi—cenderung mengonsumsi makanan padat gizi berbasis tumbuhan seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Mereka jarang mengonsumsi daging merah, biji-bijian olahan, makanan kemasan, produk susu dalam jumlah besar, camilan manis, atau daging olahan. Pola makan seperti diet Mediterania atau diet Okinawa terbukti efektif dalam meningkatkan angka harapan hidup, menjaga kesehatan jantung, sistem metabolisme, serta melindungi otak dan memperlambat penurunan fungsi kognitif.
Ketiga, memiliki tujuan hidup dan menjaga koneksi sosial yang kuat merupakan pilar penting. Wiggins sendiri tidak pernah memikirkan usianya, hanya menjalani setiap hari dan merasa baik-baik saja, bahkan mencoba hal baru seperti pole dancing. Studi menunjukkan bahwa memiliki tujuan hidup yang jelas dan terarah berkorelasi kuat dengan umur panjang, mengurangi risiko kematian, dan meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap tantangan hidup. Keterlibatan sosial dan koneksi komunitas yang kuat juga signifikan dalam menjaga kesehatan mental lansia, mengurangi risiko depresi, kecemasan, dan demensia, serta memperkuat rasa memiliki dan tujuan. Dr. Matthew Koperwas, seorang spesialis geriatri, menekankan bahwa menghindari isolasi sosial adalah salah satu faktor terpenting dalam umur panjang.
Implikasi dari temuan ini menyoroti bahwa umur panjang bukan semata-mata takdir genetik, melainkan kombinasi kompleks antara gaya hidup, lingkungan, dan sikap mental. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine menemukan bahwa lingkungan dan gaya hidup memainkan peran yang jauh lebih besar daripada genetika dalam menentukan umur panjang. Seiring dengan kemajuan medis yang terus memperluas populasi lansia, penekanan pada pencegahan penyakit kronis melalui diet sehat, aktivitas fisik teratur, serta dukungan sosial dan kesehatan mental akan menjadi semakin krusial. Tantangan yang dihadapi oleh populasi menua global, termasuk beban pada sistem pensiun dan layanan kesehatan, memerlukan kebijakan yang mempromosikan penuaan aktif dan bermakna. Dengan demikian, individu dapat bukan hanya hidup lebih lama, tetapi juga menjaga kualitas hidup yang tinggi, mencontoh kegigihan dan semangat yang ditunjukkan oleh Dorothy Wiggins.