Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Berapa Lama Seprai & Sarung Bantal Boleh Tak Dicuci? Ahli Mikrobiologi Ungkap Batas Amannya

2025-11-30 | 10:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T03:35:40Z
Ruang Iklan

Berapa Lama Seprai & Sarung Bantal Boleh Tak Dicuci? Ahli Mikrobiologi Ungkap Batas Amannya

Para ahli mikrobiologi menyarankan durasi ideal untuk mencuci seprai dan sarung bantal adalah setidaknya seminggu sekali guna menjaga kebersihan lingkungan tidur dan kesehatan tubuh. Rekomendasi ini muncul mengingat tempat tidur dapat dengan cepat menjadi sarang berbagai mikroorganisme tak kasat mata jika tidak rutin dibersihkan.

Setiap malam, tubuh manusia melepaskan ribuan sel kulit mati, mengeluarkan minyak dari kelenjar sebasea, dan berkeringat hingga setengah liter cairan. Bahkan setelah mandi, keringat dan minyak ini dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Dr. Primrose Freestone, seorang profesor mikrobiologi klinis dari Universitas Leicester, menjelaskan bahwa mencuci seprai secara teratur berfungsi untuk menghilangkan keringat tubuh, minyak, mikroba, alergen, dan sel kulit mati yang menumpuk. Lingkungan yang hangat dan lembap di tempat tidur merupakan media ideal bagi berkembangnya bakteri, jamur, tungau debu, serbuk sari, bulu binatang, dan bahkan jejak feses.

Jika seprai dan sarung bantal jarang dicuci, penumpukan kotoran biologis ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Ahli mikrobiologi Philip Tierno dari Fakultas Kedokteran Universitas New York memperingatkan bahwa "kebun botani" mikroorganisme ini bisa menyebabkan masalah kesehatan mulai dari alergi yang memburuk, jerawat, hingga flu. Risiko lainnya termasuk iritasi kulit, eksim, dermatitis kontak, infeksi kulit akibat bakteri seperti Staphylococcus aureus, dan bahkan masalah pernapasan bagi penderita asma. Penelitian menunjukkan bahwa sarung bantal yang tidak dicuci selama seminggu bisa mengandung jutaan bakteri per inci persegi, bahkan ribuan kali lebih banyak dari rata-rata jumlah bakteri di dudukan toilet.

Beberapa faktor juga mengharuskan pencucian seprai dan sarung bantal dilakukan lebih sering. Dr. Freestone menyarankan mereka yang banyak berkeringat, pernah sakit, atau berbagi tempat tidur dengan hewan peliharaan, untuk mencuci seprai lebih sering lagi. Demikian pula, individu dengan alergi atau asma, kulit atau rambut berminyak, serta mereka yang menggunakan produk rambut atau tidur dengan riasan, sebaiknya mengganti sarung bantal setiap dua hingga empat hari sekali. Ahli dermatologi Sean McGregor dan Dr. Whitney Bowe juga menekankan pentingnya frekuensi cuci yang lebih tinggi untuk mencegah masalah kulit dan gangguan pada mikrobioma kulit.

Selain seprai dan sarung bantal, disarankan pula untuk mencuci selimut tebal setiap tiga hingga empat bulan, serta bantal itu sendiri setiap empat hingga enam bulan. Kasur juga sebaiknya disedot debunya setiap minggu. Menyetrika seprai setelah dicuci juga dianjurkan karena suhu panas dari setrika dapat membantu membunuh bakteri dan jamur yang masih menempel.