Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

17 Kuliner Terbaik Kulon Progo untuk Liburan Tahun Baru: Sajian Lezat Berpemandangan Memukau

2025-12-27 | 07:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T00:26:37Z
Ruang Iklan

17 Kuliner Terbaik Kulon Progo untuk Liburan Tahun Baru: Sajian Lezat Berpemandangan Memukau

Menjelang puncak libur Tahun Baru 2026, Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta bersiap menyambut lonjakan wisatawan dengan menonjolkan sektor kuliner berpadu keindahan alam perbukitan Menoreh dan pesisir selatan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menargetkan 60.000 kunjungan wisatawan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 20 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, dengan kawasan pantai selatan seperti Pantai Glagah dan Congot diproyeksikan menyumbang sekitar 70 persen dari total kunjungan. Penjabat (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman, pada 23 Desember 2025, menekankan imbauan kepada para pelaku usaha wisata untuk mempertahankan standar layanan dan menetapkan harga yang wajar, menghindari praktik "aji mumpung" di tengah keramaian pengunjung. Koordinasi lintas sektor juga telah diintensifkan pada 18 Desember 2025 untuk mengantisipasi potensi keramaian, risiko bencana alam, dan menjamin keamanan serta kenyamanan pengunjung.

Peningkatan daya tarik Kulon Progo sebagai destinasi wisata kuliner didukung oleh keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang semakin mempermudah aksesibilitas. Kawasan Nanggulan dan Girimulyo, khususnya, telah berkembang menjadi sentra kuliner dengan pemandangan "The Jewel of Java", menyajikan perpaduan cita rasa tradisional dan panorama memukau.

Beberapa rekomendasi tempat makan yang menawarkan kelezatan kuliner dan pemandangan juara di Kulon Progo untuk liburan Tahun Baru mencakup Menoreh View, sebuah angkringan modern di Pronosutan, Kembang, Nanggulan, yang menyediakan nasi kucing, dimsum, dan pisang goreng dengan fasilitas penyewaan skuter untuk berkeliling area persawahan. Keindahan senja di tempat ini menjadi daya tarik tersendiri. Lalu ada Geblek Menoreh View di Pronosutan, Kembang, Nanggulan, yang mengunggulkan hidangan geblek khas Kulon Progo dengan sistem angkringan dan panorama sawah serta perbukitan Menoreh. Kopi Klotok Menoreh, terletak di Jalan Raya Kaligesing, Kenteng, Kembang, menawarkan konsep kuliner "ndeso" autentik dengan latar belakang sawah hijau dan perbukitan Menoreh, dengan menu prasmanan ala rumahan. Giri Manah, di kawasan Nanggulan-Girimulyo, yang dibuka Januari 2024, langsung mencuri perhatian dengan konsep menyatu dengan alam, menyuguhkan masakan khas Indonesia hingga western food seperti nasi campur royal dan bebek goreng trancam.

Tidak hanya itu, Omah Cantrik di Kembang, Nanggulan, menawarkan suasana pedesaan dengan kolam ikan dan taman, menyajikan aneka olahan ikan dan makanan tradisional. Dapur Semar di Jalan Wates menyajikan beragam hidangan laut seperti udang, gurame, dan cumi. Soto Bathok Wulung menjadi destinasi sarapan favorit di tengah persawahan, menghidangkan soto khas Jawa dalam batok kelapa. Ada pula Ayam Goreng Bu Hartin dan Geblek Pari Nanggulan yang dikenal dengan cita rasa khasnya. Mahaloka Paradise dan Puncak Saka turut menawarkan pengalaman bersantap dengan pemandangan menawan. Kopi Ampirono di Pendoworejo, Girimulyo, memikat dengan hamparan terasering sawah dan bangunan joglo tradisional, cocok untuk menikmati kopi dan hidangan ringan. Dadap Sumilir di Nanggulan memadukan kuliner, budaya, dan alam dengan masakan rumahan seperti mangut lele. Tumpeng Menoreh di Samigaluh menyajikan pengalaman visual 360 derajat dengan menu mangut lele, nasi soto, dan kopi lokal Menoreh. Kedai Kopi Suroloyo di Kalurahan Gerbosari, Samigaluh, menyuguhkan kopi arabika dan robusta dengan pemandangan alam Puncak Suroloyo.

Pariwisata Kulon Progo menunjukkan tren positif, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Kulon Progo sebagai satu-satunya kabupaten yang mengalami kenaikan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2025 secara bulanan, didorong oleh berbagai kegiatan kebudayaan dan perlombaan. Pada libur Lebaran 2025, Dinas Pariwisata Kulon Progo juga mencatat kenaikan jumlah kunjungan wisatawan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total 94.689 orang. Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Kulon Progo bahkan telah melampaui target 2023 sebesar 100,2 persen dari nominal Rp 5,2 miliar sebelum akhir tahun.

Namun demikian, strategi pengembangan pariwisata Kulon Progo menghadapi tantangan berupa keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan promosi yang belum optimal, meski memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata Kulon Progo, di bawah kepemimpinan Joko Mursito, terus berupaya memperkuat pariwisata berbasis budaya lokal dan pemberdayaan masyarakat, seperti yang terlihat dalam Festival Sepekan Bendung Kayangan pada Oktober 2023.

Ke depan, Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Ripparda) untuk periode 2026-2045 tengah disiapkan untuk mengelola potensi wisata yang eksotis namun belum maksimal. Bupati Agung Setyawan menekankan Ripparda akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia, pemasaran, pengembangan destinasi, pemanfaatan IPTEK, dan koordinasi lintas sektor guna mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan, meningkatkan pendapatan daerah, dan menciptakan lapangan kerja. Industri kuliner dipandang sebagai potensi wisata baru yang terus berkembang secara pesat, menggerakkan ekonomi lokal dengan ribuan pelaku usaha yang memanfaatkan peluang. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan Kulon Progo destinasi yang semakin dikenal dan diminati, sembari menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan yang merayakan pergantian tahun.