:strip_icc()/kly-media-production/medias/3135262/original/070218800_1590163766-15132.jpg)
Musim liburan akhir tahun, yang secara historis memicu peningkatan mobilitas masyarakat untuk tujuan wisata dan keluarga, kembali menghadirkan tantangan signifikan dalam menjaga berat badan ideal. Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan 110,67 juta penduduk di seluruh Indonesia pada libur Natal dan Tahun Baru 2024-2025, dengan 45,67 persen di antaranya bertujuan untuk wisata. Tingginya aktivitas kuliner dan perubahan rutinitas seringkali menyebabkan kenaikan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata seseorang dapat mengalami kenaikan berat badan sekitar 0,5 hingga 1 kilogram selama periode liburan. Namun, yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar orang sulit mengembalikan berat badan tersebut ke angka semula setelah liburan berakhir, berpotensi memicu masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan stroke.
Dr. Jonathan C. Subagya, seorang edukator dan kreator konten Sobat Diabet, menjelaskan bahwa berkurangnya stres selama liburan dapat secara tidak sadar memicu nafsu makan berlebih. Kondisi ini diperparah dengan perubahan kebiasaan seperti kurang tidur dan minimnya aktivitas fisik, yang berkontribusi pada penumpukan kalori berlebih. Mengingat implikasi kesehatan yang serius, para ahli menekankan pentingnya strategi proaktif untuk mengendalikan asupan kalori dan mempertahankan gaya hidup sehat selama periode transisi akhir tahun.
Berikut lima pendekatan esensial yang dapat diterapkan untuk mengelola berat badan agar tidak mengalami peningkatan signifikan selama liburan akhir tahun:
1. Praktikkan "Mindful Eating" dan Kendalikan Porsi.
Konsep "mindful eating" atau makan dengan penuh kesadaran menjadi strategi krusial. Dr. Josephine Fausta Nazuli, seorang dokter dan pegiat kesehatan, menekankan bahwa praktik ini mengajak seseorang untuk lebih memperhatikan setiap aspek pengalaman makan, mulai dari rasa, aroma, tekstur, hingga sinyal lapar dan kenyang dari tubuh. Makan perlahan, mengunyah makanan hingga lembut, serta meletakkan sendok atau garpu di antara gigitan dapat membantu otak menerima sinyal kenyang lebih optimal dalam waktu sekitar 20 menit, sehingga mencegah makan berlebihan. Ahli gizi juga menyarankan untuk mengambil porsi kecil terlebih dahulu dan menikmati hidangan favorit dalam jumlah terbatas. Mengontrol porsi adalah kunci penting dalam menjaga berat badan tetap terjaga, sebagaimana diungkapkan oleh Pratiwi Dinia Sari, ahli gizi dari Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, yang mengingatkan bahwa kalori berlebih akan disimpan sebagai lemak.
2. Prioritaskan Sarapan Bergizi dan Asupan Protein.
Melewatkan sarapan seringkali dianggap strategi untuk "menghemat" kalori sebelum pesta makan malam. Namun, para ahli justru menyarankan untuk tidak melewatkan waktu makan, khususnya sarapan. Sarapan sehat dan kaya serat serta protein dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk makan berlebihan di sepanjang hari. Makanan berprotein tinggi, seperti daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan quinoa, juga cenderung memiliki kalori lebih rendah dan meningkatkan metabolisme tubuh. Dengan menjaga asupan protein seimbang, tubuh dapat menekan rasa lapar dan menjaga berat badan tetap stabil.
3. Tetap Aktif Bergerak dan Berolahraga Rutin.
Liburan bukanlah alasan untuk absen dari aktivitas fisik. Justru, aktivitas fisik yang teratur, minimal 30 menit per hari dan lima kali seminggu, sangat penting untuk membakar kalori dan menjaga kebugaran tubuh. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki saat mengunjungi tempat wisata dapat membakar kalori secara efektif. Keterlibatan keluarga dalam kegiatan fisik, seperti berjalan-jalan di taman atau bersepeda, tidak hanya menyehatkan tetapi juga mempererat ikatan keluarga. Dr. Grace Judio-Kahl, pakar obesitas dari Light House, menegaskan bahwa jika jumlah kalori yang masuk dan keluar seimbang, kenaikan berat badan dapat dihindari.
4. Cukupi Hidrasi dan Kelola Minuman.
Tubuh yang terhidrasi dengan baik berperan penting dalam kontrol berat badan. Konsumsi air putih yang cukup (7-8 gelas per hari) dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama dan mencegah dehidrasi, yang seringkali disalahartikan sebagai rasa lapar. Sebaliknya, minuman manis, bersoda, atau beralkohol yang umum disajikan selama perayaan mengandung kalori tinggi yang dapat dengan cepat berkontribusi pada penambahan berat badan tanpa memberikan rasa kenyang. Memilih minuman dengan bijak dan memprioritaskan air putih adalah langkah efektif untuk mengurangi asupan kalori tersembunyi.
5. Jaga Kualitas Tidur dan Kelola Stres.
Momen liburan seringkali mengganggu pola tidur, namun kurang tidur dapat memicu kenaikan berat badan. Kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin (hormon lapar) dan menurunkan leptin (hormon kenyang), yang menyebabkan peningkatan nafsu makan dan keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi. Upayakan untuk tetap mencukupi kebutuhan tidur 6-9 jam per hari. Selain itu, stres juga berkorelasi dengan kenaikan berat badan. Stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu keinginan untuk makan makanan tidak sehat. Mengelola stres dengan baik, misalnya melalui relaksasi atau aktivitas menyenangkan lainnya, dapat mengurangi keinginan makan emosional.
Dengan menerapkan kelima strategi ini secara konsisten, individu dapat menikmati kemeriahan liburan akhir tahun tanpa mengorbankan kesehatan dan berat badan ideal, menghindari risiko penumpukan lemak yang dapat berdampak buruk pada kesehatan metabolik dalam jangka panjang. Pendekatan proaktif ini menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara perayaan dan kesejahteraan.