:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4894934/original/050756800_1721286979-WhatsApp_Image_2024-07-18_at_14.06.59__1_.jpeg)
Pengidap asam urat perlu cermat dalam memilih asupan makanan sehari-hari untuk mengelola kadar asam urat dalam tubuh dan mencegah kekambuhan nyeri sendi yang menyakitkan. Asam urat adalah zat yang dihasilkan tubuh dari pemecahan purin, senyawa yang ditemukan secara alami di berbagai makanan dan minuman. Ketika kadar asam urat terlalu tinggi dalam darah, kristal asam urat dapat menumpuk di persendian dan memicu peradangan. Berikut adalah delapan jenis makanan yang sebaiknya dihindari pengidap asam urat.
Pertama, jeroan, seperti hati, ginjal, usus, babat, otak, limpa, dan jantung, memiliki kandungan purin yang sangat tinggi dan dapat secara signifikan meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Mengonsumsi jeroan, terutama setiap hari, bisa memicu serangan asam urat akut.
Kedua, daging merah seperti sapi, kambing, domba, dan babi, serta unggas seperti angsa dan bebek, mengandung purin dalam jumlah sedang hingga tinggi. Daging kambing disebut memiliki kandungan purin tertinggi di antara daging merah lainnya, mencapai 180 mg per 100 gram. Konsumsi daging merah yang berlebihan berisiko memicu kambuhnya asam urat.
Ketiga, makanan laut atau seafood tertentu, merupakan salah satu "favorit sejuta umat" yang harus diwaspadai. Jenis-jenis seperti teri, sarden, makarel, kerang, udang, kepiting, lobster, tuna, remis, dan tiram memiliki kandungan purin yang tinggi hingga sangat tinggi. Ikan teri, misalnya, dapat mengandung lebih dari 410 miligram purin per 100 gram, bahkan mencapai lebih dari 1.100 mg purin per 100 gram dalam bentuk kering. Konsumsi berlebihan dapat memperburuk gejala asam urat.
Keempat, minuman manis dan tinggi fruktosa, termasuk minuman bersoda, jus buah kemasan, dan sirup jagung tinggi fruktosa, meskipun tidak mengandung purin secara langsung, dapat memicu peningkatan produksi purin dalam tubuh saat fruktosa dipecah. Konsumsi fruktosa berlebihan juga dapat menurunkan ekskresi asam urat oleh ginjal.
Kelima, minuman beralkohol dari jenis apa pun, termasuk bir, anggur, dan minuman keras, dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Alkohol menghambat kemampuan ginjal untuk menyaring asam urat, menyebabkan penumpukan zat tersebut, dan bir khususnya mengandung purin yang tinggi.
Keenam, sayuran tertentu, seperti bayam, asparagus, kembang kol, jamur, brokoli, terong, dan labu, diketahui mengandung purin dalam kadar yang cukup tinggi. Meskipun penelitian tidak selalu membuktikan bahwa konsumsi sayuran ini secara langsung meningkatkan risiko serangan asam urat seperti protein hewani, pembatasan asupannya tetap disarankan, terutama saat kadar asam urat sedang tinggi.
Ketujuh, daging olahan dan makanan cepat saji, seperti sosis, nugget, dan produk sejenis, seringkali mengandung lemak jenuh, natrium, pengawet, dan kadang purin tinggi yang dapat memicu peradangan dan tidak ramah bagi penderita asam urat. Kandungan bahan tambahan ini dapat membebani ginjal dan menghambat metabolisme tubuh, yang berujung pada naiknya kadar asam urat.
Kedelapan, kaldu kental dan sup daging berlemak yang dihasilkan dari rebusan daging atau tulang juga memiliki kandungan purin tinggi. Dokter penyakit dalam sering menyarankan penderita asam urat untuk menghindari kuah soto, gulai, atau sup tulang yang pekat karena dapat memicu peningkatan kadar asam urat.
Mengatur pola makan dengan menghindari atau membatasi makanan tinggi purin dan pemicu lainnya adalah langkah krusial dalam mengelola asam urat dan mengurangi risiko serangan gout berulang. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga sangat dianjurkan untuk mendapatkan rencana makan yang tepat sesuai kondisi individu.